Dua dari 6 nelayan Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang sempat dilaporkan hilang, ditemukan selamat setelah terombang ambing di laut hampir sepekan. Keduanya, Jakaria dan Marten, tengah dibawa ke Tarakan, Kalimantan Utara.
Jakaria dan Marten, terombang ambing di laut dan ditemukan tugboat bernama lambung Sopia 05 yang berangkat dan dalam perjalanan dari Tolitoli Sulawesi Tengah, menuju Tarakan.
Kepastian Marten dan Jakaria ditemukan, setelah keduanya mengontak keluarga mereka di Kutai Timur, menggunakan telepon selular nakhoda Tugboat, mengabarkan keselamatan mereka.
"Jadi kedua korban ini, ditemukan tugboat di perairan Tolitoli," ujar Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto, Sabtu (17/2).
Tidak hanya itu, ABK tugboat Sopia 05 juga sempat mengabarkan ke kepolisian Palu. Meski demikian, sesuai standar operasional prosedur (SOP), informasi itu terus diverifikasi sambil menunggu kedatangan tugboat Sopia 05.
"Dari kabar itu, kami sudah berkoordinasi dengan kantor SAR Palu, kepolisian dan pihak lain, termasuk pihak keluarga yang dihubungi oleh kedua korban (Jakaria dan Marten)," demikian Octavianto.
Diketahui, kapal nelayan bermuatan 7 orang, berangkat dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sangatta, Jumat (9/2) ke perairan Tanjung Mangkalihat, Kutai Timur, mencari ikan. Masuk Minggu (11/2) dini hari sekira pukul 02.00 Wita, diduga penerangan minim, kapal ditabrak tugboat, hingga hancur dan tenggelam.
Salah satu dari 7 orang itu, Sukri (57), berhasil diselamatkan kapal nelayan lainnya. Sedangkan 6 temannya hilang. Nama Jakaria dan Marten, memang masuk dalam daftar nama 6 nelayan yang hilang.