Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau akrab disapa Pakde Karwo diisukan bakal menjadi bagian dari suksesi pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Saat dikonfirmasi, Pakde Karwo tidak secara gamblang menyampaikan dukungan politiknya ke salah satu pasangan capres-cawapres.
"Saya sampai 12 Februari jadi Gubernur ngurusi bagaimana tata kelola pemerintahan yang baik dan ngobrol dengan wartawan di Jawa Timur," ucap Pakde Karwo di Kemendagri, Jakarta, Selasa (25/9).
Pakde Karwo juga mengaku tak pernah dipanggil partai yang menaunginya yakni Demokrat untuk mengklarifikasi soal kabarnya merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf.
"Oh enggak, tak ada itu," katanya.
Saat ditegaskan kembali arah dukungan politiknya, dia menjawab dengan berseloroh.
"Tugas saya yang diberikan dalam undang-undang yaitu menyelesaikan sampai 12 Februari, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Itu number one (itu nomor satu), number two-nya (nomor duanya) itu enggak ada," ungkap Pakde Karwo sambil tertawa.
Saat ditanya kembali maksud perkataannya, lagi-lagi dia memilih menghindar.
"Enggak bisa (disampaikan sekarang). Sekarang itu menyelesaikan sampai tanggal 12 Februari. Ya nantilah, nanti saya undang di Suroboyo. Sampai 12 Februari, sampeyan nanya ulang-ulang terus, nanti tanggal 12 Februari akan ketemu sampeyan. Saya punya soto campur rawon," tutupnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com