Gubernur Papua Lukas Enembe mengharapkan masyarakat tidak terprovokasi atas berita-berita tidak benar terkait dirinya yang memasuki negara Papua Nugini secara ilegal.
"Tidak usah dengar berita yang tidak benar," kata Lukas kepada Antara di Jayapura, Senin (5/4).
Menurut Lukas, masyarakat diharapkan tidak terpengaruh dengan informasi dan berita yang tidak jelas sumbernya. Dia sudah mengklarifikasi peristiwa itu kepada Mendagri Tito Karnavian.
"Saya sudah sampaikan kepada Mendagri secara virtual ketika di Vanimo," ujarnya.
Dia menjelaskan dirinya mengaku hanya menjalani pengobatan tradisional saja di Vanimo karena kondisi kesehatan yang tidak baik. "Saya hanya berobat dan punya hak," katanya lagi.
Hari ini, Lukas Enembe juga menerima kedatangan MendagriTito Karnavian di Gedung Negara Jayapura untuk membahas pelaksanaan PON XX. "Tidak boleh ada agenda lain selain PON, di mana kegiatan ini harus sukses," ujarnya.
Enembe juga menyebut pertemuan dengan mendagri juga membahas suasana keamanan di Papua saat ini.
"Dalam pertemuan dengan Mendagri tadi, kami sampaikan kondisi terkini di Papua," kata Lukas.
Menurut Lukas, dirinya hanya menyampaikan terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan digelar di Papua.
Dia menjelaskan pihaknya juga meminta keamanan harus dijaga dengan baik di Papua menjelang maupun ketika pelaksanaan PON.
Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe pada Rabu (31/3) masuk ke Papua Nugini melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek ke Wutung, kampung yang berbatasan dengan Skouw, Kota Jayapura.
Akhirnya Pemerintah PNG mendeportasi Gubernur Enembe dengan dua pendampingnya sehingga Konsulat RI di Vanimo mengeluarkan Surat Pengganti Laksana Pasport (SPLP) dan dipulangkan melalui PLBN Skouw pada Jumat ((3/4).