Enam santri pondok pesantren di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tepergok membobol konter handphone. Mereka berdalih melakukan aksi itu untuk keperluan Lebaran.
Keenam pelaku adalah berinisial FR (18), DI (17), MD (17), AI (17), ML (16) dan MM (16). Sedangkan tempat kejadian perkara di konter HP Join Cell milik Ferdian di Sungai Lilin, Muba, Kamis (8/6) malam.
Para pelaku keluar pondok pesantren dengan mengendarai dua sepeda motor. Saat tiba di lokasi, salah seorang pelaku, FR memanjat tembok pagar konter. Saat mencoba menjebol konter dengan linggis, aksinya tepergok warga. Mereka langsung dibawa ke kantor polisi untuk diamankan.
Kapolsek Sungai Lilin, AKP Ardeva Lumy mengungkapkan, aksi itu telah direncanakan para pelaku sebelumnya. Hal ini dilihat dari alat yang digunakan dan waktu kejahatan.
"Mereka beraksi malam hari saat sudah sepi. Waktu menjebol konter dipergoki warga," ungkap Ardeva, Jumat (9/6).
Dari pengakuan para pelaku, aksi itu dilakukan karena ingin membeli baju dan menyimpan uang untuk lebaran. Otak pelakunya dua orang, yakni FR dan ML.
"Kita kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara," ucapnya.