Dua pejabat RSUD Bandar Lampung diduga otaki pembuangan pasien

Diketahui sudah beberapa kali dua pejabat ini memerintahkan membuang pasien RSUD yang bermasalah.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Dua pejabat RSUD Bandar Lampung diduga otaki pembuangan pasien
Ambulans. www.autoblog.com

Tersangka yang terlibat dalam kasus membuang pasien dari ambulans di Lampung kemungkinan bertambah lagi.Sumber merdeka.com mengatakan, dua pejabat RSUD Lampung diduga sebagai otak pembuangan kakek Edi, Selasa (21/1). Keduanya masing-masing berinisial M dan H.Kedua pejabat rumah sakit tersebut menyuruh Muhaimin (sopir ambulans) membuang seorang pasien yang berada di ruang rawat inap E2. Barulah, Muhaimin, mengajak lima tersangka lain untuk menjalankan instruksi atasannya tersebut.Heriyansyah memerintahkan kakek itu dibawa ke sebuah pasar di Bandar Lampung agar ada yang mengurus. Namun dalam perjalanan, keenam orang itu berubah pikiran. Akhirnya mereka memutuskan membuang di sebuah gubuk di daerah Sukadanaham, Tanjungkarang Barat.Kapolres Bandar Lampung Kombes Pol Dwi Irianto mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah mendalami dugaan keterlibatan kedua pejabat rumah sakit itu."Kita masih periksa saksi dan tersangka. Tapi mereka (dua pejabat rumah sakit) itu akan kita panggil untuk dimintai keterangan," ungkapnya saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (1/2).Menurut dia, saat ini sudah enam tersangka yang sudah ditahan. Tersangka baru yang ditetapkan inisial A yang bertugas sebagai office boy. "Tersangka yang keenam ini ditahan karena berdasarkan pengakuan lima tersangka yang sebelumnya sudah ditahan," pungkasnya.Kasus pembuangan pasien ini jadi sorotan. Kasus pembuangan seorang pasien kakek bernama Edi (63) dari ambulans hingga meninggal dunia ternyata bukan kali pertama. Kabarnya sudah beberapa kali pasien dibuang oleh RSUD A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.Hal itu terungkap berdasarkan pengakuan Muhaimin (33), satu dari lima tersangka yang bertugas sebagai sopir ambulans. Ia mengungkapkan hal itu di hadapan penyidik Polresta Bandar Lampung beberapa waktu lalu.Namun, Muhaimin tidak menyebutkan berapa pasien yang sudah dibuang. "Saya lupa yang ke berapa. Tapi, yang meninggal baru kali ini (kakek Edi)" kata Muhaimin, Jumat (31/1).

Rekomendasi