Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) memeriksa seorang perwira TNI AL setelah diduga menganiaya pengemudi ojek online dan anaknya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (9/1). Perwira berpangkat mayor tersebut kini masih menjalani pemeriksaan di Pomal Lantamal 3 Jakarta.
"Jadi benar ada anggota TNI AL yang melaksanakan pemukulan. Sekarang sedang dilakukan penyidikan di Pomal Lantamal 3," kata Kepala Subdis Penum Dispenal, Kolonel Widyo Sasongko dikonfirmasi, Senin (10/1).
Terduga pelaku berdinas di Markas Besar TNI AL (Mabesal). Menurut dia, Kasal Laksamama Yudo Margono menegaskan bakal memberikan sanksi tegas bagi prajurit terbukti melakukan pelanggaran.
"Benar Mayor, kronologis itu di Pomal Lantamal 3 sedang didalami permasalahannya, tapi perintah bapak Kasal, tidak ada prajurit yang bisa lolos dari jerat hukum," tegas dia.
Kapolsek Pamulang Kompol Sujarwo membenarkan bahwa terlapor anggota TNI AL itu sudah dijemput Polisi Militer Angkatan Laut dari Mapolsek Pamulang pada Minggu malam kemarin.
"Kejadian kesalahpahaman antar pengemudi ojek, tapi sudah ada langkah-langkah kedua belah pihak. Tapi tidak bisa selesai, karena terlapor TNI AL maka dijemput POM AL," kata Sujarwo.
Sebelumnya diberitakan, Ratusan pengemudi ojek daring mendatangi Mapolsek Pamulang, Polres Tangerang Selatan. Mereka menuntut keadilan terkait penganiayaan yang diduga dilakukan seorang aparat terhadap pengemudi ojek daring berinisial Pur dan anaknya, Minggu (9/1).
Saksi mata, Az, yang juga bekerja sebagai pengemudi ojek daring mengaku menyaksikan dugaan penganiayaan yang menyebabkan teman seprofesi dan anaknya itu luka-luka.
"Untuk kronologi pas saya di belakangnya Pak Pur yang terkena pukul itu. Saat saya berada di belakangnya, sopir mobil itu turun langsung pas di sebelah saya. Tahu-tahu datangi Pak Pur dan langsung ditonjok," kata Az dalam rekaman suara yang diterima wartawan, Senin (10/1).
Dia mengaku tidak mengetahui persis penyebab penganiayaan terhadap rekan ojol itu dilakukan di Jalan Mujahir, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Minggu sekitar pukul 17.30 WIB.
"Karena tatapan-tatapan doang, emosi orangnya baru turun dia mukul dua kali. Anaknya mau misahin, dipukul juga," ucap dia.
Az juga mengaku sama sekali tidak mengenal sosok Pur, yang menjadi korban penganiayaan itu. Saat kejadian, Az mengaku mendapat order mengantar dari Bintaro ke wilayah Pamulang dan melintasi TKP.
"Sebenarnya juga saya tidak kenal (Pak Pur), cuma kebetulan lagi lewat saja. Saya mengantar dari Bintaro ke sini. Bapaknya luka dahi, anaknya pelipis. Pemukul satu orang. Dia bawa mobil Grand Livina. Saya jaraknya 5 meter. Saya melerai juga," ucapnya.
Sementara itu hingga berita ini tayang, pihak Polsek Pamulang belum memberikan keterangan atas kejadian itu.