Tanaman kratom (Mitragyna Speciosa) tumbuh subur di Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Lantaran jadi sumber penghasilan warga di masa pandemi, daun kratom bahkan diekspor ke Amerika Serikat.
Lokasinya, berada di hulu Desa Tuana Tuha. Tanaman yang tumbuh dengan alami itu, memiliki luasan lebih dari 1.000 hektare, yang berada di seberang sungai.
"Ada 3.000-an hektare di seberang itu, tanaman kratom secara alami, dari alam bukan budi daya. Itu tumbuh sendiri," kata Kades Tuana Tuha Tommy, kepada merdeka.com, Selasa (10/11).
Menurut Tommy, warga ramai mencari daun kratom, bahkan pembeli berasal dari desa tetangga. Dalam sehari, bisa diperoleh hingga 20 ton. "Bahan baku paling banyak di tempat kami," ujar Tommy.
"Warga yang sebagai nelayan pun, kebanyakan pindah cari daun (kratom). Karena mencari ikan, belum tentu mendapatkan ikan. Kalau daun, begitu ke seberang (sungai) sudah jadi duit," tambah Tommy.
Pencarian daun kratom, menyerap tenaga kerja cukup banyak. "Laki-laki yang mencari daun, hampir 200-an orang. Nah, kaum ibu yang kemudian menjemurnya, kemudian menampi," sebut Tommy.
Tommy pun mengungkap khasiat daun kratom. "Dari dulu untuk sakit diare, lalu penyembuhan setelah melahirkan. Biasa dengan cara meninum air rebusan dari daun kratom," ungkap Tommy.
Bahkan, lanjut Tommy, pembeli pun ada yang datang dari Pontianak, Kalimantan Barat. "Setahu kami, kalau mengirim ke Pontianak, daun kratom digunakan untuk daya tahan tubuh. Diekstrak jadi kapsul, atau serbuk, jadi teh. Atau menggantikan yang kecanduan ovium. Itu giat masyarakat untuk penghasilan sehari-hari," terang Tommy.
Sebab menurut Tommy, saat ini, tidak sedikit areal pertanian di desanya berubah fungsi jadi kebun sawit. "Saya sebenarnya mengkampanyekan berladang. Karena kan jangan sampai banyak lahan pertanian berubah fungsi jadi kebun sawit," ungkap Tommy.
"Jadi, lantaran petani yang demikian jarang, kini menjadikan pencarian daun kratom sebagai sumber penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. Sempat setop beberapa pekan karena tidak ada pembeli, sekarang sudah cari daun lagi," terang Tommy.
Masih dijelaskan Tommy, daun kratom yang dikirim ke Pontianak, sudah dicacah. "Nah informasi kami peroleh, di Pontianak itu dikirimkan ke US (United States) paling banyak. Iya, mencari daun kratom adalah salah satu sumber penghasilan warga," pungkas dia.