Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf mendesak Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke negara timur tengah. Hal ini disebabkan karena faktor adat yang menerapkan bahwa TKI yang bekerja dianggap seperti budak yang sudah dibeli. Hal tersebut juga didasari atas divonis matinya TKI Siti Zaenab binti Duhri di Arab Saudi. "Karena TKI yang ke timur tengah terkena adat dan tata cara di sana yaitu TKI yang bekerja dianggap sebagai budak. Sehingga bisa saja terjadi pelecehan, pemerkosaan, penyiksaan karena dianggap budak yang sudah dibeli," kata Dede di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/4). Atas dasar ini pula, dia berharap nantinya penempatan TKI diutamakan ke negara yang tidak menganggap TKI sebagai budak yang sudah dibeli. "Diganti pengiriman (TKI) ke negara yang lebih soft," kata dia. Selain itu, agar kejadian divonis matinya Siti Zaenab tidak terulang, Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini berharap pemerintah menugaskan para diplomat untuk melakukan lobi dalam upaya pendekatan ke pemerintah setempat yang ingin menghukum mati TKI. "Selama ini kita hanya punya staf tapi harus ada diplomat karena punya skill untuk melakukan lobi," pungkasnya.
Dianggap budak, pemerintah diminta setop kirim TKI ke timur tengah
"Sehingga bisa saja terjadi pelecehan, pemerkosaan, penyiksaan karena dianggap budak yang sudah dibeli," kata Dede.
Rekomendasi