Debat uang tilang Rp 200 ribu, polisi gadungan di Samarinda dibekuk

Debat uang tilang Rp 200 ribu, polisi gadungan di Samarinda dibekuk. Pelaku dan calon korbannya sempat berdebat, lantaran pengendara motor keberatan dan tidak ingin membayar. Saat itu, personel Satlantas Polresta Samarinda melintas dan melihat keduanya sedang berdebat.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Debat uang tilang Rp 200 ribu, polisi gadungan di Samarinda dibekuk
Polisi gadungan Joko Prianto (33). ©2017 Merdeka.com

Joko Prianto (33), warga Sungai Kunjang, Samarinda, harus berurusan dengan hukum karena mengaku sebagai polisi gadungan. Dia nekat menilang warga, dan meminta uang Rp 200 ribu.Namun saat negosiasi dengan pemilik kendaraan alot, dia terpergok petugas Satlantas Polresta Samarinda.Joko diamankan Senin (1/5) sore kemarin, di kawasan Jalan Kesuma Bangsa. Mengejutkan, saat itu, Joko berseragam dinas mirip dengan anggota Polri, lengkap dengan sepatu boot.Saat itu, Joko menghentikan seorang pengendara motor, yang tidak menggunakan kelengkapan berkendara. Layaknya polisi, dia menanyakan surat-surat kelengkapan si pengendara motor."Calon korbannya pengendara motor itu, tidak membawa STNK. Pelaku ini (Joko Prianto) kemudian meminta uang Rp 200 ribu," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (2/5).Pelaku dan calon korbannya sempat berdebat, lantaran pengendara motor keberatan dan tidak ingin membayar. Saat itu, personel Satlantas Polresta Samarinda melintas dan melihat keduanya sedang berdebat."Personel lantas itu kemudian menanyakan, ada apa, sedang ada masalah apa. Pemilik motor lalu menjawab, dia hendak ditilang oleh seorang mengaku polisi," sebut Ade."Melihat ada polisi beneran, pelaku ini kemudian berusaha kabur ya. Tapi berhasil dicegat personel lantas tadi, hingga kemudian dibawa ke Polsek (Polsekta Samarinda Ilir)," katanya.Joko diamankan di Polsekta Samarinda Ilir dengan dugaan percobaan melakukan penipuan, dan mengaku sebagai anggota Polri. Keterangan dia, masih didalami petugas."Tindak kejahatan penipuan seperti ini, berkedok anggota Polri, banyak terjadi di wilayah lain juga ya. Kami ingatkan warga, berhati-hati, waspada agar tidak tertipu," jelas Ade.

Rekomendasi