Covid-19 RI Tembus 1 Juta, Pemerintah Diminta Cegah Dampak Psikologis di Masyarakat
Merdeka.com - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah memperhatikan dampak psikologis di masyarakat akibat jumlah kasus positif Covid-19 tembus 1 juta kasus. Menurutnya, pemerintah harus melakukan realisasi perbaikan pengendalian Covid-19 dan intervensi dalam bentuk bantuab sosial dan insentif bagi usaha terdampak kebijakan Covid-19.
"Kesegeraan dalam merealisasikan sejumlah perbaikan penanganan dan realisasi bantuan terhadap masyarakat dan usaha terdampak sangat penting agar dampak psikologisnya tidak melebar ke mana-mana," kata Lestari dalam keterangannya, Rabu (27/1).
Berdasarkan situs worldometers.info, tembusnya kasus Covid-19 menempati Indonesia berada di peringkat 19 dunia dan empat di Asia, serta tertinggi di Asia Tenggara. Dari segi psikologis bisa menimbulkan tafsir di tengah masyarakat terhadap upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama ini.
"Pada titik ini, para pemangku kepentingan harus benar-benar menunjukkan komitmennya kepada masyarakat dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19," kata Lestari.
Komitmen tersebut bisa ditunjukkan dengan realisasi rencana tindakan dan bantuan yang dijanjikan. Seperti realisasi bansos kepada keluarga pra sejahtera, insentif kepada usaha, serta bantuan langsung tunai kepada keluarga dan pekerja.
Lestari mengatakan, pemerintah sudah memastikan program bantuan sosial untuk pemulihan dan transformasi ekonomi pasca pandemi dilanjutkan di 2021 dengan anggaran Rp408,8 triliun.
"Terpenting segera memperbaiki sejumlah strategi yang dinilai kurang berhasil dalam pengendalian penyebaran Covid-19. Antara lain upaya test, tracing dan treat harus ditingkatkan secara masif dan akurat," kata dia.
"Demikian pula berbagai upaya peningkatan disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun, dalam keseharian masyarakat," pungkas Lestari.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya