Cerita pelarian tersangka pembunuh Sheila di Hotel St Regis

Polisi pun langsung mengejar Schaffer Tommy yang kabur bersama kekasihnya Heather Louis lewat pantai.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Cerita pelarian tersangka pembunuh Sheila di Hotel St Regis
Ilustrasi Pembunuhan. ©2014 Merdeka.com

Kasus pembunuhan warga negara asing di Hotel St Regist, Nusa Dua, menggegerkan warga Pulau Dewata. Sheila Von Weise (64) warga negara Amerika serikat ini ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kopor.Sebelumnya pada Selasa (12/8) siang sekitar pukul 11.00, petugas Hotel St Regist Nusa Dua, melaporkan kepada pihak kepolisian setelah melihat kejanggalan dari salah satu koper besar yang dibawa oleh Schaffer Tommy (21). Kopor itu mengeluarkan ceceran darah.Saat itu, pelaku tidak mau dibantu untuk mengangkat koper tersebut dan dilakukan sendiri oleh pelaku ke bagasi taksi yang sebelumnya dipesan pelaku. Pelaku kemudian masuk kembali ke dalam hotel dan membiarkan koper tersebut di bagasi taksi.Petugas hotel kemudian semakin curiga setelah pelaku tidak kunjung muncul ke lobi hotel selama hampir dua jam. Taksi tersebut kemudian diarahkan ke Polsek Kuta Selatan dan setelah dibuka koper tersebut berisi mayat Sheila.Polisi pun langsung mengejar Schaffer Tommy yang kabur bersama kekasihnya Heather Louis (19). Heather Louis sendiri tak lain adalah anak dari Sheila Von Weise (64).Namun keduanya akhirnya bisa dicokok polisi saat bersembunyi di dalam hotel. Lalu cerita pelarian mereka? Dan apa alasan mereka membunuh Sheila? Berikut kisahnya:

Kabur dari St Regis lewat pantai

Usai menaruh kopor dalam taksi, Heather Lois (19) dan pacarnya, Schaffer Tommy (21) langsung melarikan diri. Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Djoko Hari Utomo menuturkan, Heather dan Tommy sempat dilarang meninggalkan Hotel St Regis setelah memasukkan kopor bercak darah di bagasi taksi Bali Taksi bernomor polisi DK 221 IB."Pihak hotel juga sempat melarang tamu itu meninggalkan hotel," kata Djoko Hari di Bali, Selasa (12/8).Djoko Hari mengatakan, keduanya berhasil lolos lewat pantai. Usaha mereka kabur lewat pantai berhasil terekam salah satu CCTV hotel tersebut. "Tapi keduanya berhasil kabur lewat pantai dan itu terekam CCTV," jelas dia.

Ditangkap di Hotel Risata

Usai kabur kedua tersangka langsung mencari hotel lain untuk bersembunyi. Namun pelarian mereka tercium dan polisi menangkap keduanya saat sedang bersembunyi di Hotel Risata, Kuta Bali."Dia (Schaffer Tommy) diamankan sekitar pukul 08.30 di sebuah hotel di Kuta," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar, Komisaris Besar Djoko Hariutomo saat memantau pemeriksaan, di Polsek Kuta Selatan, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Rabu.Di hotel tersebut digunakan sebagai tempat menginap selama melarikan diri usai tewasnya Sheila Von Weise. Kedua muda-mudi dari Chicago itu ditangkap saat tengah tidur di dalam kamar 1701 tanpa perlawanan.

Petugas Hotel Risata laporkan kedua pelaku

Polisi menangkap Heather Lois (19) dan pacarnya, Schaffer Tommy di kamar nomor 1701 Hotel Risata. Polisi mendapat informasi tersebut dari petugas hotel."Petugas hotel setempat melaporkan kepada kami karena mereka melihat berita pembunuhan itu di internet dan langsung melapor," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar, Komisaris Besar Djoko Hariutomo.Keduanya kemudian digelandang ke Polsek Kuta Selatan sesuai dengan lokasi tempat kejadian perkara ditemukannya mayat Sheila di dalam koper sebuah taksi di depan Hotel St Regist Nusa Dua.

Tommy dan Heather bantah membunuh

Setelah ditangkap, Schaffer Tommy dan Heather Lois (19) langsung menjalani pemeriksaan oleh petugas kepolisian. Namun keduanya membantah telah melakukan pembunuhan terhadap Sheila."Menurut dia (Tommy) katanya ada orang yang menyekap dan menyandera dia di kamarnya. Katanya ada enam orang dengan membawa parang. Mereka diikuti dan meminta uang. Tetapi ini tidak sesuai dengan fakta yang kami dapatkan," ucapnya.Polisi, kata dia, telah mengumpulkan sejumlah barang bukti di antaranya koper berukuran besar yang berisi bercak darah, serta rekaman kamera pengawas atau CCTV.Dalam pemeriksaan polisi, Tommy maupun Louis tidak mau banyak berkomentar. Mereka beralasan menunggu keterangan dari pengacara mereka.

Rekomendasi