Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Pemudik dari Jakarta, Wali Kota Semarang Minta Pembatasan Moda Transportasi

Cegah Pemudik dari Jakarta, Wali Kota Semarang Minta Pembatasan Moda Transportasi Pemudik di Stasiun Gambir pada Lebaran hari kedua. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta pemerintah pusat melakukan pembatasan operasi moda transportasi untuk mendukung larangan mudik pada Idulfitri 2021. Pembatasan untuk menghambat gelombang mudik dari Jakarta ke Jawa Tengah.

"Pemerintah pusat harus menyeimbangkan antara kebijakan larangan mudik dengan realisasi pembatasan arus mudik di lapangan. Jadi kalau dilarang mudik, moda-moda transportasi jangan dimudahkan. Dilarang mudik, tapi kereta api masih jalan, pesawat jalan, bus jalan. Mungkin ada upaya ekstra lagi untuk hambat tidak pulang dari barat ke timur," kata Hendrar Prihadi, di Semarang, Selasa (30/3).

Dia menyebut Kota Semarang mendukung penuh larangan mudik lebaran dari Pemerintah Pusat. Namun dia tidak menjelaskan bagaimana teknis membatasi arus mudik nanti.

"Perlu dipahami Pemerintah Kota punya hubungan hirarkis dengan Pusat. Kalau pusat melarang, kami pasti akan mendukung dan mengawal supaya kita tidak mengizinkan mudik," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat mengeluarkan larangan mudik Lebaran berlaku mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Larangan itu bertujuan mencegah peningkatan kasus covid-19 yang selalu terjadi setelah libur panjang.

Larangan mudik itu diumumkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Bahwa aktivitas mudik jelang Idul Fitri 2021 ditiadakan. Berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan juga seluruh masyarakat.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP