Bertemu Wapres Uni Eropa, Jokowi Sampaikan Langkah Indonesia Atasi Perubahan Iklim

Jokowi menuturkan, Indonesia melakukan rehabilitasi mangrove seluas 600 hektare sebagai upaya menghadapi perubahan iklim. Indonesia akan memenuhi pengurangan emisi sebagaimana komitmen dalam Paris Agreement.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Bertemu Wapres Uni Eropa, Jokowi Sampaikan Langkah Indonesia Atasi Perubahan Iklim
Jokowi Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Malaysia. ©2021 Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia memiliki komitmen yang sangat kuat sebagai bagian dari solusi masalah perubahan iklim. Dia pun memaparkan langkah-langkah konkret yang telah dicapai Indonesia sebagai komitmennya dalam menangani perubahan iklim.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima Wakil Presiden(Wapres) Eksekutif Komisi Eropa untuk Kebijakan Hijau Eropa dan Iklim Frans Timmermans di Istana Merdeka Jakarta, Senin (18/10).

"Seperti penurunan emisi 29 persen dan 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030 sejauh ini berjalan baik. Pemenuhan komitmen ini disumbang dari turunnya kebakaran hutan, penurunan emisi hutan dan tata guna lahan, deforestasi hutan yang mencapai tingkat terendah," kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi usai mendampingi Jokowi.

Selain itu, Jokowi menuturkan, Indonesia melakukan rehabilitasi mangrove seluas 600 hektare sebagai upaya menghadapi perubahan iklim. Indonesia akan memenuhi pengurangan emisi sebagaimana komitmen dalam Paris Agreement.

"Sebagai salah satu pemilik hutan dan ekosistem mangrove terbesar, Indonesia menyadari posisi strategisnya," ujar Retno.

Dalam pertemuan itu, Jokowi menegaskan bahwa isu perubahan iklim dan lingkungan hidup tidak dapat dilepaskan dari isu Sustaianable Development Goals. Artinya, perlu ada keseimbangan antara menjaga alam dan melakukan pembangunan.

"Keseimbangan ini yang diperlukan dan keseimbangan ini hanya akan tercapai jika kita bekerja sama," terangnya.

Di samping itu, Jokowi menyampaikan pandangannya kepada pihak Uni Eropa bahwa faktor teknologi dengan harga terjangkau (affordable technology) dan investasi sangat penting bagi semua negara untuk melakukan transisi energi. Kerjasama dinilai menjadi kunci bagi suksesnya transisi energi.

Reporter: Lisza Egeham/Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi