Banjir akibat luapan Sungai Citarum tahun ini dianggap paling parah

Beberapa lokasi tak pernah tersentuh banjir, kini ikut terendam.

Aryo Putranto Saptohutomo
Banjir akibat luapan Sungai Citarum tahun ini dianggap paling parah
Ilustrasi Banjir. ©2015 Merdeka.com

Banjir akibat luapan Sungai Citarum tahun ini di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dianggap paling parah selama kurun satu dekade terakhir. Apalagi di beberapa tempat, ketinggian air mencapai 3,3 meter."Banjir kali ini bisa dikatakan paling parah selama 10 tahun terakhir. Ada beberapa ketinggian lokasi yang ketinggian airnya mencapai 3,3 meter," kata Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung, Dadang Wahidin, Minggu (13/3).Sekitar 35 ribu rumah di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terendam air akibat luapan Sungai Citarum. Dadang mengatakan, ada beberapa lokasi sebelumnya tidak pernah terkena banjir, tetapi saat ini terendam, seperti Kantor Kecamatan Dayeuhkolot."Selama 20 tahun terakhir, Kantor Kecamatan Dayeuhkolot tidak pernah kena banjir, tapi sekarang ketinggian air di sana mencapai 35 sentimeter," ujar Dadang.Menurut Dadang, banjir di tiga kecamatan itu mulai terjadi saat wilayah Bandung diguyur hujan sejak Sabtu (12/3) lalu."Kemarin itu hujan cukup deras, air mulai naik dan masuk ke pemukiman warga itu Sabtu kemarin sekitar jam 5 sore," lanjut Dadang, seperti dilansir dari Antara.Dikatakan Dadang, saat ini warga rumahnya terendam banjir sudah mengungsi ke tempat lebih aman seperti masjid, rumah susun, dan sekretariat partai politik.

Rekomendasi