Bandara Ahmad Yani digegerkan tewasnya calon pemudik asal Pekalongan
Merdeka.com - Para pemudik melalui jalur pesawat di Bandara Internasional A Yani Kota Semarang, Jawa Tengah digegerkan seorang calon penumpang yang meninggal dunia, Minggu (3/7) sore. Penyebab meninggalnya penumpang di kursi pemberangkatan ini masih diselidiki.
Berdasarkan informasi yang dihimpun merdeka.com, korban diketahui bernama Tri Setiono (26), warga Dusun Kabunan RT 3 RW 2, Desa Kebonagung, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Sebelum tergeletak tak bernyawa di kursi pemberangkatan, Setiono rencanya akan terbang dengan tujuan Kalimantan.
"Dia (korban) sudah bawa tiket. Mau ke Banjarmasin, Kalimantan," ungkap salah satu petugas Pos Pol Bandara A Yani, Iptu BJ Mulyono kepada merdeka.com Minggu, (3/7).
Menurut Mulyono kejadian ini pertama kali diketahui oleh kepala Security Bandara setempat, sekitar pukul 16.00 WIB. Berawal ketika salah satu kepala security melakukan aktifitas di lokasi bandara.
Saat itu, petugas melihat korban duduk sendirian di kursi tunggu pemberangkatan pesawat dengan kondisi wajah yang tidak sehat.
"Tadinya duduk, terus ada Bu Sri Styaningsing ( Kepala Securiti) lewat melihat dia (korban). Ditegur, bilangnya kalau kecapekan istirahat dulu," jelasnya.
Usai menegur korban, kepala security tersebut lantas meninggalkan korban untuk beraktifitas kembali. Namun, selang berapa lama melintasi tempat duduk korban dia ingin mengingatkan terkait jadwal waktu penerbangan.
"Tapi ketika dibangunkan oleh Bu Sri, dia (korban) tidak lagi bergerak sama sekali. Ternyata sudah tidak bernafas," ungkapnya.
Adanya kejadian tersebut, langsung disampaikan kepada petugas kepolisian setempat. Petugas Inafis Polrestabes Semarang yang mendapat informasi laporan ini langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Namun, saat tim Inafis Polrestabes Semarang sampai di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang, korban sudah dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk dilakukan outopsi dan pemeriksaan visum et repertum.
"Belum tahu, ini korbannya kan sudah tidak ada," ujar petugas Inafis Polrestabes Semarang, AKP Sawal saat dikonfirmasi.
Terlihat, lokasi ditemukanya tubuh korban yang meninggal telah di pasang garis kuning oleh petugas kepolisian. Sementara aktifitas di lokasi ini juga terus berjalan seperti biasanya tidak ada gangguan akibat kejadian tersebut.
(mdk/sho)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya