Kepala Badan Bahasa, Dadang Sunendar membuka lokakarya gerakan literasi nasional (GLN) tentang sosialisasi kajian kebijakan teknis di Hotel Santika, TMII, Jakarta, Rabu (19/9) kemarin. Lokakarya yang diadakan selama tiga hari tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan hasil kajian kebijakan teknis literasi tahun 2018.
Hasil kajian kebijakan teknis literasi tahun 2018 ini sebelumnya telah dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan. "Hasil yang diharapkan adalah adanya diskusi mengenai kebijakan dan rencana tindak lanjut kegiatan literasi di masa yang akan datang," ujar Dadang Sunendar.
Pada kesempatan tersebut Dadang Sunendar menyampaikan harapan agar di masa yang akan datang seluruh unit utama dapat bersinergi menciptakan agenda Gerakan Literasi Nasional.
Sekretaris Badan Bahasa, M Abdul Khak juga melaporkan bahwa lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari kajian kebijakan teknis literasi yang telah dilakukan oleh sebelumnya. Acara ini diikuti 100 orang peserta yang berasal dari unit utama Kemendikbud dan balai atau kantor bahasa.
Pada sesi selanjutnya, Inspektur III Inspektorat Jenderal, Muhaswad Dwiyanto menyampaikan evaluasi pelaksanaan GLN di Kemdikbud. Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Hurip Danu Ismadi menyampaikan materi terkait Bahasa dan Sastra Daerah sebagai Dasar Kompetensi Literasi. Kepala Pusat Pembinaan, Gufran Ali Ibrahim menyampaikan materi terkait Peningkatan Kompetensi Literasi melalui Pembinaan Bahasa selain itu Kepala PPSDK, Emi Emilia menyampaikan materi terkait Kajian Kebijakan Teknis Literasi Nasional.
Keterampilan dan minat membaca memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan membaca, masyarakat dapat membuka wawasan ke seluruh penjuru dunia. Selain itu, kegiatan membaca dapat menambah pengetahuan sekaligus membuka cakrawala keilmuan guna mengembangkan potensi diri.
Keseriusan dunia dalam meningkatkan minat baca masyarakat yang dimulai dari masa pendidikan tentu harus diimbangi dengan semangat masyarakat untuk terus mengasah pengetahuannya melalui beragam buku bacaan. Untuk meningkatkan angka literasi masyarakat Indonesia, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan Gerakan Literasi Nasional (GLN).
Keberadaan GLN ini diharapkan dapat mengupayakan seluruh elemen masyarakat sebagai ekosistem pendidikan untuk meningkatkan literasi nasional. Ide peningkatan mutu masyarakat ini hendaknya melibatkan seluruh elemen masyarakat secara luas, tanpa terkecuali. Termasuk aparat pemerintahan hingga masyarakat sipil.