Ambruknya atap gedung SDN Kalibaru 6, Depok, Jawa Barat mendapat perhatian pemerintah daerah setempat. Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna meninjau ke lokasi. Dari hasil sidak diketahui bahwa konstruksi bangunan tidak sesuai."Beban genting terlalu tebal, dengan konstruksinya tidak seimbang," kata Pradi, Jumat (26/2).Dirinya merasa prihatin atas kejadian ini. Sebelumnya atap gedung SDN Pondok Cina I dan sebuah sekolah negeri di Gandul, Cinere. Ambruknya atap gedung itu terjadi dalam kurun waktu sebulan."Prihatin karena ruang kelas seharusnya safe untuk belajar. Ini tragedi," ungkapnya.Untuk itu pihaknya meminta agar kepolisian melakukan investigasi. Dan dia meminta agar pihak yang akan melakukan kerja sama dengan Pemkot Depok harus memperhatikan faktor keselamatan."Ini peringatan juga untuk pihak-pihak yang akan melakukan kerja sama dengan kita, untuk lebih selektif," ungkapnya.Usai kejadian ini, gedung sekolah itu dikosongkan. Proses belajar mengajar para siswa nantinya sementara menggunakan ruangan di sekolah."Ya untuk sementara jangan digunakan dulu. Saya meminta polisi untuk melakukan investigasi supaya tidak terjadi kasus seperti ini," pungkasnya.
Atap SDN Kalibaru 6 Depok runtuh diduga konstruksi tidak sesuai
Kejadian ambruknya atap bangunan ini menyebabkan empat murid terluka.
Advertisement
Rekomendasi