Postingan di Facebook yang menyandingkan foto Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dengan lukisan bintang porno Jepang Shigeo Takudo alias Kekek Sugiono, berbuah masalah hukum. GP Anshor Tanjung Balai mengadukan pemilik akun pengunggahnya ke polisi karena telah melakukan penghinaan terhadap tokoh NU yang juga Ketua MUI itu.
Kolase kontroversial itu diposting akun Oliver Leaman S. Dia juga menuliskan narasi: "Jangan kau jadikan dirimu seperti ulama tetapi kenyataannya kau penjahat agama. Di usia senja banyaklah berbenah untuk ketenangan di Alam Barzah. Selamat melaksanakan Ibadah Shalat Jumat."
Pemilik akun itu diduga warga Kota Tanjung Balai, Sumut, berinisial SM. GP Anshor setempat langsung melaporkannya ke Polres Tanjung Balai.
Ketua GP Anshor Tanjung Balai Salman Al -Hariz mengatakan, postingan itu sudah dihapus. Namun dari hasil tangkapan layar, akun Oliver Leaman S mengunggah kolase dan narasi itu pada Jumat (25/9).
"Malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB GP Anshor melaporkan peristiwa itu ke polisi," ucanya, Selasa (29/9).
Salman mengatakan, pihaknya keberatan Wapres disamakan dengan bintang film porno. "Ini sudah penghinaan walaupun tidak disebut namanya, tetapi ada gambarnya," jelasnya.
Postingan itu saat ini sudah dihapus. Bahkan pemilik akun, SM, mengunggah permintaan maaf di lamannya. "... Dari hati yang paling dalam dan menghaturkan sepuluh jari sekali lagi saya mohon maaf. Salam permohonan maaf dari saya ...," tulisnya.
Advertisement
Pelaku Minta Maaf
Pihak GP Anshor juga sudah bertemu dengan SM pada Senin (29/9). Pertemuan juga dihadiri tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Tanjung Balai di Micro Café.
SM meminta maaf dan mengaku menyesal telah melakukan perbuatannya. Salman memaparkan, pria itu mengaku mengunggah kolase foto itu karena kesal dengan KH Ma'ruf Amin. Namun dia tidak merinci bentuk kekesalannya.
Setelah bertemu SM, Salman mengatakan, pada dasarnya mereka memaafkannya. Namun proses hukum diserahkan ke pihak yang berwajib.
Sementara Kasubag Humas Polres Tanjung Balai Iptu Ahmad Dahlan mengatakan, laporan GP Anshor tengah mereka diselidiki. "Sedang ditangani Satreskrim Polres Tanjung Balai," ujarnya.