Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan ada delapan juta warga Ibu Kota yang merupakan penerima vaksin booster. Mereka merupakan warga DKI berusia 18 tahun ke atas dan sudah mendapatkan dosis kedua.
"Ada 8 juta lebih warga DKI usia 18 tahun ke atas. Tentu perlu diatur. Tadi pagi kami sudah bicara dengan semua kolaborator yang selama tahun 2021 membantu DKI. Kita membuat jadwal. Tentu kita harus membuat pendaftaran penjadwalan," kata Widyastuti dalam diskusi virtual, Sabtu (15/1).
Dinkes DKI sudah membuat langkah edukasi untuk membantu warga Ibu Kota yang hendak menerima vaksinasi Covid-19 booster. Edukasi juga terkait langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan vaksinasi booster.
"Pertama adalah coba masing-masing secara mandiri cek ke aplikasi PeduliLindungi apakah kita sudah mendapatkan e-tiket. Dengan harapan itu menjadi salah satu screening awal secara administrasi sehingga oke Si A, Si B memang sudah saatnya mendapatkan vaksinasi booster," lanjutnya.
Setelah mendapat e-tiket vaksinasi booster, masyarakat bisa mendatangi atau mendaftar ke lokasi Puskesmas setempat.
"Kami secara bertahap melebarkan. Saat ini memang baru di hari pertama tanggal 12 Januari kami membuka baru di puskesmas kecamatan. Nanti bertahap kita buka ke semua faskes milik pemerintah dan tentu sentra-sentra vaksin kolaborator yang selama 2021 sudah sangat luar biasa memberikan percepatan vaksinasi di DKI. Kita ingin memang percepatan," tandas dia.