Sebanyak 6 kantung jenazah tiba di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Belum diketahui apakah kantung jenazah tersebut terkait kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5) malam.
Pantauan di lokasi, nampak ada penjagaan ketat. Beberapa polisi dengan rompi antipeluru, helm, dan senapan laras panjang tampak berjaga di depan kamar mayat.
Garis polisi dipasang. Orang-orang yang tidak berkepentingan dilarang melintas kamar mayat. Jarak antara garis polisi dan kamar mayat sekitar 200 meter.
Sekitar pukul 11.00, ada lima ambulance yang merapat ke kamar mayat. Terdapat enam kantong mayat yang diturunkan dari dalam mobil tersebut.
Belum diketahui jelas apakah kantung-kantung mayat tersebut terkait dengan kerusuhan di Mako Brimob. Namun, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjem M Iqbal mengatakan, hingga pukul 01.00 dini hari, tidak ada korban tewas dalam (kerusuhan di markas Brimob) tersebut.
"Tepat pukul satu dini hari tidak ada yang meninggal dunia," ujar Iqbal.
Terkait kerusuhan di Mako Brimob, ISIS mengklaim menjadi dalang kerusuhan di Mako Brimob, Kepala Dua, Depok. Seperti dikutip dari laman VOA Indonesia, ISIS mengumumkan keterlibatannya dalam sebuah berita di media ISIS Amaq News Agency yang kemudian dikutip situs kelompok intelijen SITE.
Mengutip pernyataan kantor berita Amaq dalam bahasa Arab yang disebarluaskan melalui aplikasi Telegram, SITE mengatakan, "Bentrokan sengit terjadi antara para militan ISIS dan elemen-elemen antiteror dalam penjara di Depok, di bagian selatan Jakarta."
SITE mengatakan insiden ini adalah yang pertama dilakukan ISIS di Indonesia sejak 25 Mei 2017, ketika ISIS mengklaim bertanggung jawab terhadap ledakan bom di terminal Kampung Melayu Jakarta Timur yang menewaskan tiga polisi.
Reporter: Muhammad Radityo Priyasmoro
Sumber : Liputan6.com