5 Kecamatan di Tapin Kalsel Dilanda Banjir, 225 Rumah Terdampak dan 22 Jiwa Mengungsi

Lima kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Bakarangan, Binaung, Tapin Utara, Tapin Selatan dan Bungur. Namun hanya Kecamatan Binaung terpantau masih mengalami kenaikan tinggi muka air, sedangkan kecamatan lain berangsur surut.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
5 Kecamatan di Tapin Kalsel Dilanda Banjir, 225 Rumah Terdampak dan 22 Jiwa Mengungsi
Banjir di Kalimantan Selatan. ©2021 Merdeka.com

Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, dilanda banjir pada Selasa (22/3), pukul 10.10 waktu setempat. Tercatat 219 KK atau 542 jiwa terdampak, 6 KK atau 22 jiwa mengungsi, data hari ini pukul 06.00 WIB.

"Kerugian material pada sektor pemukiman tercatat 225 unit rumah terdampak banjir dengan tinggi muka air 40 hingga 80 cm," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Rabu (23/3).

Lima kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Bakarangan, Binaung, Tapin Utara, Tapin Selatan dan Bungur. Namun hanya Kecamatan Binaung terpantau masih mengalami kenaikan tinggi muka air, sedangkan kecamatan lain berangsur surut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin menyampaikan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah terdampak sehingga debit air Sungai Tapin meluap.

Kajian inaRISK menunjukkan, 12 kecamatan di Kabupaten Tapin merupakan wilayah yang memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Wilayah-wilayah tersebut termasuk lima kecamatan yang terdampak banjir.

Abdul mengimbau pemerintah daerah dan warga tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi banjir susulan. Prakiraan cuaca hingga esok hari, Kamis (24/3), lima wilayah terdampak banjir masih berpeluang terjadi hujan dengan intesitas ringan hingga hujan petir.

Menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi basah, masyarakat diharapkan untuk memperhatikan rencana kesiapsiagaan keluarga, seperti upaya evakuasi yang aman, penyiapan tas siaga atau pun penerapan protokol kesehatan apabila harus mengungsi sementara.

Rekomendasi