PT Honda Prospect Motor (HPM) mengakui masih terkendala pasokan cip semikonduktor untuk mendukung fitur-fitur elektronik produk otomotifnya pada tahun ini. Akibat kendala tersebut, volume produksi pabrikan Honda di Karawang belum optimal.
Apa saja dampak dari kendala komponen cip semikonduktor itu?
Public Relations dan Digital Manager HPM Yulian Karfili menjelaskan dampak yang paling terasa dari kendala komponen cip itu adalah masa tunggu (inden) model yang banyak dipesan menjadi lebih lama, seperti Brio dan All New BR-V.
"Yang paling terdampak model All New BR-V Prestige with Honda Sensing, kini indennya mencapai 3 bulan karena jumlah pesanannya tinggi," ujar Yulian saat diskusi daring bersama FORWOT, kemarin (16/2).
Bagaimana pula nasib model ekspornya?
Yulian mengatakan semakin banyak fitur elektronik suatu model, maka semakin banyak kebutuhan komponen cip semikonduktornya. Saat ini HPM mempunyai dua model yang diekspor yakni Brio dan All New BR-V.
"Soal ekspor, bisa jadi Brio dan All New BR-V terkendala akibat problem cip itu. Tinggal HPM priorotasnya ke mana, pasar domestik dulu atau ekspor," jelasnya.
Namun, Yulian menegaskan hingga saat ini HPM belum ada perubahan mengenai proyeksi pengiriman ekspor Brio dan All New BR-V. Apalagi volume permintaan dari negara tujuan ekspornya juga tidak berubah alias masih sama.
"Kami masih berencana melakukan ekspor perdana All New BR-V ke negara-negara di benua Amerika dan Karibia pada Februari ini," tegas Yulian.
Advertisement
Sebelumnya, Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing HPM, mengungkapkan total ada 32 negara yang tertarik dengan All New BR-V yang diproduksi di Indonesia. Pabrik HPM di Karawang, Jawa Barat, adalah pabrik satu-satunya di dunia yang memproduksi mobil Low SUV 7 penumpang ini.
Ke-32 negara berada di Asia, Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Afrika. Ekspor All New BR-V dilakukan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) dengan komponen lokal sebesar 84 persen.
"Ekspor perdana All New Honda BR-V akan dilakukan pada Februari 2022 dengan target 10.000 unit per tahun. Sementara target pasar domestiknya 40.000 unit. Sehingga total produksi All New BR-V sebesar 50.000 unit per tahun. Volume produksi ini setara 25 persen terhadap kapasitas produksi pabrik HPM yang mencapai 200.000 unit per tahun," kata Billy.
Negara-negara tersebut tertarik model All New BR-V karena desain dan teknologinya. Konsumen sekarang memang menuntut teknologi (fitur keamanan Honda SENSING)," pungkas dia.