Sebuah pesan singkat berantai di selulernya membuat, Ratih (nama samaran) tertarik untuk mencoba. Isinya, lowongan pekerjaan menjadi tenaga ahli anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dia pun iseng bertanya ke nomor seluler tertera di pesan berantai itu.
Jawabannya cukup singkat. "Coba kirimkan foto," ujar Ratih membuka perbincangan dengan merdeka.com, Kamis pekan kemarin. Dia pun belum menaruh curiga dengan jawaban seorang wanita mengaku bernama Mia.
"Nanti dibilang fotonya diperlihatkan kepada atasannya dulu," kata Ratih saat ditemui di daerah Palmerah, Jakarta Barat.
Kebetulan saat Ratih menerima pesan berantai itu, para wakil rakyat itu baru saja dilantik jelang akhir 2014. DPR membutuhkan orang buat membantu pekerjaan para legislator. Namun bisa dipastikan lowongan itu fiktif. Sebab, DPR tak pernah menginformasikan lowongan melalui pesan berantai.
"Saat ini Sekretariat Jenderal DPR RI belum merencanakan untuk mengadakan rekrutmen," begitu bunyi pengumuman di situs dpr.go.id. "Kami menyarankan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan berita sejenis di masa yang akan datang agar terhindar dari modus penipuan".
Pola perekrutan bersyarat berwajah cantik memang menjadi prioritas anggota dewan. Selain karena tingkatan pekerjaan sebagai sekretaris anggota dewan, tentunya wajah cantik menjadi modal buat mulus melamar pekerjaan itu. Seorang kader juga bekerja di salah satu fraksi mengatakan, wajah cantik menjadi syarat mutlak.
Sebagai ilustrasi dia menjelaskan, jika ada dua calon sekretaris dengan kualifikasi berbeda, tentu yang menjadi bahan pertimbangan ialah berwajah cantik. "Tapi ada juga yang memilih kecerdasannya," ujar sumber tersebut. Dia pun mengatakan jika para sekretaris ini akhirnya kepincut anggota dewan. Maklum volume ketemuan yang intens menjadi salah satu pemicu.
Sumber itu melanjutkan, tidak dapat dipungkiri jika hubungan antara sekretaris dengan anggota dewan menjadi lebih spesial. Masalahnya sekretaris pribadi berbeda dengan tenaga ahli yang justru tidak berurusan dengan kegiatan sehari-hari. Biasanya para sekretaris ini mengatur jadwal rapat hingga bertemu dengan kolega anggota dewan.
Di Gedung DPR ada beberapa sosok anggota dewan memang dikenal ramah dengan sekretarisnya. Selain karena uang anggota dewan banyak, ada juga sekretaris yang memang kepincut dengan paras atasannya. Apalagi, buat sekretaris dia bisa saja sewaktu-waktu dipanggil ke dalam ruangan anggota dewan. Ruangan tersebut biasanya disebut bilik privat. Hanya anggota dewan seorang duduk dalam ruangan itu.
Bisa jadi menurut sumber itu, kedekatan untuk hubungan lebih jauh terjadi di dalam ruangan privat itu. "Kan kalau ada perlu dipanggil ke dalam ruangan, kita mana tahu apa yang dilakukan di dalam," tutur sumber tersebut.
Meski demikian biasanya untuk hubungan lebih jauh tentunya dilakukan di luar gedung DPR. Apalagi pekerjaan sekretaris pribadi anggota dewan memang sarat dengan kedekatan personal. Selain dipilih karena kepercayaan, para sekretaris ini juga pulang hingga larut malam. Bukan tanpa sebab, aktivitas anggota dewan yang padat membuat para sekretaris pribadi ini juga melakukan hal sama.
"Kalo sespri kan pulangnya nunggu bos-nya dulu," ujar sumber sambil tersenyum.