Timbunan Sampah di Sungai Sebabkan Banjir di Surabaya Barat, Begini Imbauan Wali Kota

Beberapa kawasan di Surabaya Barat terjadi genangan tinggi di musim hujan. Bahkan, danau Unesa meluber menyebabkan banjir hingga ke jalan raya. Ini imbauan Wali Kota Surabaya untuk warga.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Timbunan Sampah di Sungai Sebabkan Banjir di Surabaya Barat, Begini Imbauan Wali Kota
Timbunan sampah di sungai kawasan Surabaya Barat. ©2021 Merdeka.com/Instagram @ericahyadi_

Beberapa daerah di kawasan Surabaya Barat dilaporkan mengalami genangan banjir cukup tinggi. Salah satu yang sempat viral di media sosial ialah melubernya Danau Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung titik-titik lokasi genangan untuk melihat kondisi di lapangan. Eri tampak mengendarai motor berkeliling dari satu titik banjir ke titik lain.

“Seharian kemarin berkeliling meninjau titik-titik yang dilaporkan ada genangan cukup tinggi di kawasan Surabaya Barat. Kita cek, langsung ambil solusi sesuai dengan penyebab dan temuan di lapangan,” ujar Wali Kota Eri melalui akun Instagram pribadinya, @ericahyadi_ pada Kamis (18/11/2021).

Solusi

View this post on Instagram

A post shared by Eri Cahyadi (@ericahyadi_)

Baca Juga Banjir di China Sebabkan 900 Ular Lepas

Penyebab Banjir

Eri menuturkan, genangan di kawasan permukiman seringkali disebabkan oleh adanya pendangkalan sungai dan timbunan sampah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong-royong membersihkan lingkungan.

“Terkait genangan di kawasan pemukiman  seringkali disebabkan oleh pendangkalan dan sumbatan dikarenakan sampah. Karena ini kerja bersama, kita juga ajak semua warga bergerak, gotong royong kerja bakti membersihkan lingkungan. Ayo semua bergerak. Pengurus RT/RW, ajak semua warga bergotong royong membersihkan lingkungan,” tegasnya.

Wali Kota Eri mengajak seluruh masyarakat Kota Pahlawan mengubah perilaku untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan ke selokan atau sungai.

"Ayo diubah perilaku kita. Apa iya saluran airnya kotor warganya diam saja. Nanti kalau banjir komentar ke pemerintah kota. Sekuat apapun pemerintah, kalau masyarakatnya tidak hebat, pasti banjir. Tapi kalau masyarakatnya hebat, tidak buang sampah sembarangan, pasti tidak banjir. Kekuatan kita ada di gotong-royong," ungkapnya.

Baca Juga Wakil Ketua DPRD Soroti Ketidakhadiran Pimpinan Daerah Parigi Moutong di Penas KTNA Saat Bencana Melanda
Halaman Berikutnya Usai Video Polisi Merokok Viral, Pelat Nomor Vespa Istri Diselidiki Polresta Tuban
Rekomendasi