Penyuntikkan Vaksin Penguat di Jatim Sudah Dimulai, Begini Cara Mendapatkannya

Beberapa Dinas Kesehatan daerah di Provinsi Jawa Timur mulai menyuntikkan vaksin penguat secara gratis. Begini cara mendapatkannya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Penyuntikkan Vaksin Penguat di Jatim Sudah Dimulai, Begini Cara Mendapatkannya
Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Tenaga Kesehatan. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Beberapa Dinas Kesehatan daerah di Provinsi Jawa Timur mulai menyuntikkan vaksin penguat secara gratis. Dua di antaranya adalah Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun.

Penyuntikkan vaksin penguat di dua daerah ini memprioritaskan masyarakat lanjut usia atau yang berumur 60 tahun ke atas.

"Selain itu untuk vaksin penguat Moderna kaum lansia ini kami berikan setengah dosis untuk mengurangi risiko KIPI (kejadian ikutan pasca-imunisasi)," tutur Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr Syaf Satriawarman, di Sidoarjo, Rabu (12/1/2022).

Tujuan Vaksin Penguat

Syaf menjelaskan, pemberian vaksin penguat kloter pertama hanya untuk 100 orang lansia. Berikutnya, vaksinasi akan diberikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo, sembari menunggu pasokan vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Berbeda dengan vaksinasi dosis kedua yang harus sama dengan dosis pertama, kata dia, vaksin penguat justru dipilih jenis berbeda. Tujuannya untuk membentuk antibodi setelah enam bulan menjalani vaksinasi dosis pertama dan kedua.

Setelah menyasar lansia, nantinya pemberian vaksin penguat akan diberikan kepada masyarakat yang berkegiatan di urusan pelayanan publik.

"Kami meminta masyarakat bersabar karena nantinya akan kebagian semua untuk kuota vaksin penguat. Vaksinasi jenis penguat ini disediakan lima jenis vaksin, yakni sinovac, astrazeneca, moderna, pfizer, dan sinopharm," ungkap dr Syaf.

Syarat Dapat Vaksin Penguat

Senada, Pemerintah Kota Madiun juga memprioritaskan pemberian vaksin penguat untuk masyarakat lansia.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun dr Denik Wuryani menuturkan, vaksin penguat di Kota Madiun mulai diberikan pada Kamis (13/1/2022).

Ia menjelaskan, sementara vaksinasi dosis tiga hanya dibuka untuk lansia usia 60 tahun ke atas. Vaksinasi ini diberikan kepada lansia yang dulu mendapatkan vaksin jenis Sinovac untuk dosis satu dan dua.

Selain itu, vaksinasi penguat juga bisa diberikan dengan jarak minimal enam bulan setelah dosis dua. Oleh karena itu, masyarakat perlu mencermati syarat untuk mendapatkan vaksin penguat tahap pertama ini.

"Memang sebenarnya sudah bisa dilakukan untuk 18 tahun ke atas yang sudah vaksin lengkap, baik Sinovac maupun Astrazeneca. Tetapi karena keterbatasan vaksin, harus ada yang diprioritaskan dulu,” tutur Denik, dikutip dari Antara.

Jenis Vaksin Penguat

Lebih lanjut, Denik menjelaskan ada tiga jenis vaksin yang dianjurkan untuk penguat, yakni Astrazeneca, Pfizer, dan Moderna.

Penggunaannya juga tidak bisa sembarangan. Mereka yang mendapat vaksin jenis Sinovac untuk dosis satu dan dua bisa mendapatkan penguat jenis Pfizer atau Astrazeneca. Sedangkan yang mendapat vaksin Astrazeneca bisa mendapat vaksin jenis Moderna.

Namun, hingga kini stok vaksin jenis Pfizer dan Moderna belum ada di Kota Madiun. Maka, pemberian vaksin penguat baru bisa dilakukan untuk lansia yang dulu mendapat vaksin Sinovac. Para lansia ini akan diberikan vaksin jenis Astrazeneca.

Lokasi Vaksinasi

"Untuk lokasinya, pemberian vaksin bisa di semua puskesmas dan rumah sakit yang ditunjuk Dinkes PP dan KB. Masyarakat dengan kriteria tadi bisa langsung datang. Artinya, tidak perlu ada penjadwalan-penjadwalan," ungkap Denik.

Selain memberikan dosis tiga, kata dia, Pemerintah Kota Madiun juga tengah menggencarkan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

"Kemudian kalau ada warga Kota Madiun yang belum tervaksin dosis satu dan dua juga kami perhatikan," imbuhnya.

Denik meminta warga Kota Madiun tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meski telah menjalani vaksinasi. Pasalnya, vaksin dan disiplin protokol kesehatan merupakan kunci utama mencegah penularan Covid-19, termasuk varian baru Omicron.

Rekomendasi