Pemuda Ngawi Bawa 245 Liter Pertalite di Mobil Dicegat Polisi, Begini Nasibnya

Isu kenaikan BBM pada akhir Agustus disalahgunakan oleh pemuda berinisial DS asal Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dengan cara menimbun pertalite. Begini nasib pelaku.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Pemuda Ngawi Bawa 245 Liter Pertalite di Mobil Dicegat Polisi, Begini Nasibnya
Pemuda Ngawi diamankan polisi karena bawa ratusan liter pertalite di mobil. ©2022 Merdeka.com/Instagram @medhioen_ae

Beberapa hari pada akhir Agustus 2022 sebelum Presiden Joko Widodo resmi menaikkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM), isu kenaikan BBM sudah menggemparkan masyarakat.

SPBU di sejumlah daerah diserbu masyarakat, mereka ramai-ramai mengantre sebelum harga BBM dinaikkan.

Isu kenaikan BBM itu disalahgunakan oleh pemuda berinisial DS asal Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dengan cara menimbun pertalite.

“Pemuda berusia 21 tahun itu diamankan saat tengah lewat di Jalan Raya Ngawi - Caruban, tepatnya di daerah Karangjati,” tulis akun Instagram @medhioen_ae, Rabu (7/9/2022).

Angkut 245 Liter Pertalite

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh INFO MADIUN RAYA (@medhioen_ae)

Pengamanan DS bermula saat yang bersangkutan mengendarai mobil Suzuki APV yang digunakan untuk memuat 14 jeriken dengan masing-masing berisi 35 liter pertalite. Sehingga total pertalite yang dibawa DS mencapai 245 liter. 

“Pengamanan BBM jenis pertalite kami lakukan saat patroli pada Rabu siang tanggal 24 Agustus 2022, di jalan raya Ngawi-Caruban tepatnya di depan Pasar Karangjati Desa Legundi Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi,” ungkap Kapolres Ngawi, AKBP Dwiasi Wiyatputera.

Sementara itu, menurut pengakuan DS, ia membeli pertalite di SPBU Muneng Pilangkenceng dan di tiga SPBU lain. Selanjutnya, pertalite itu ia distribusikan di daerah Ngawi, Bojonegoro, dan toko-toko yang menjual bensin eceran.

Baca Juga Festival Jamu Nusantara Yogyakarta: Angkat Budaya Minum Jamu sebagai Gaya Hidup Sehat

Komentar Warganet

Aksi DS membeli ratusan liter pertalite untuk dijual di wilayah Ngawi, Bojonegoro, dan toko-toko penjual BBM eceran itu sontak ramai dikomentari warganet. Tak sedikit warganet yang justru melontarkan sentimen negatifnya kepada aparat kepolisian yang mengamankan DS. 

"Subsidi dicabut, rakyat mandiri. Rakyat berhenti bayar pajak, pemerintah mandiri tidak?" komentar pemilik akun Instagram bernama @abrn.prstyo.

"Beli pakai uang sendiri, tidak pakai uang korupsi. Kawal, dia tidak salah," celetuk @vaporstasion.

"Padahal itu beli pakai uang sendiri, terus dijual eceran di desa-desa yang jauh dari kota. Kok dituduh menimbun," tulis @elkusa_wahyu.

   
Baca Juga Satpol PP DIY Intensifkan Patroli Rutin Cegah Kenakalan Anak Selama Libur Sekolah 2026
Rekomendasi