Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kampung Miliarder Makin Viral, Kapolres Tuban Justru Beri Pesan Ini ke Warga

Kampung Miliarder Makin Viral, Kapolres Tuban Justru Beri Pesan Ini ke Warga Kampung Miliarder di Tuban. ©2021 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Ratusan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendadak jadi miliarder setelah menjual tanahnya kepada PT Pertamina. Aksi para warga membeli mobil secara bersama-sama membuat desa tersebut viral di media sosial.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono meminta warga desa untuk tetap waspada. Tujuannya supaya di kemudian hari tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Kita imbau masyarakat tetap waspada,” ujarnya, Kamis (18/2/2021).

Gelar Patroli Intensif

kampung miliarder di tuban

©2021 Merdeka.com/liputan6.com

Polres Tuban bahkan berencana melakukan patroli intensif di kampung miliarder guna memastikan lingkungan tetap aman.

“Patroli rutin sambil kita monitor situasi,” ujar Ruruh, mengutip dari liputan6.com (19/2).

Selain itu, Bupati Tuban Fathul Huda meminta masyarakat yang telah menerima uang ganti rugi untuk proyek kilang minyak bisa hemat dan tidak konsumtif. Ia berharap uang tersebut digunakan dengan bijak.

“Meraka harus hemat, pikirkan jangan terburu-buru, lalu menjadi konsumtif yang kemudian uangnya habis,” ujar Fathul Huda, Rabu (17/2/2021).

Tercatat 176 Mobil Baru

kampung miliarder di tuban

©2021 Merdeka.com/liputan6.com

Sejak menerima uang ganti rugi hingga kini, pihak desa mencatat sudah ada 176 mobil baru yang dibeli warga. Bahkan, satu warga ada yang membeli dua hingga tiga mobil mewah menggunakan uang tersebut.

Di Desa Sumurgeneng ada sekitar 280 warga pemilik lahan yang terdampak proyek pembangunan kilang minyak. Semua warga terdampak setuju menjual lahannya untuk PT Pertamina.

“Semua warga Sumurgeneng telah setuju lahannya dijual untuk pembangunan kilang minyak,” ungkap Kades yang juga telah membeli mobil baru Avanza warna putih.

Ganti rugi lahan milik warga dibanderol dengan harga rata-rata berkisar Rp600.000 per meter persegi. Rata-rata warga mendapatkan uang ganti rugi sebesar Rp8 miliar.

Uang ganti rugi paling sedikit yang diterima warga sekitar Rp35 juta, sementara paling banyak mencapai Rp28 miliar.

“Paling banyak sekitar Rp28 miliar, itu orang Surabaya yang sudah lama memiliki lahan di sini,” imbuhnya.

Enggan Diwawancarai

kampung miliarder di tuban

©2021 Merdeka.com/liputan6.com

Aksi puluhan warga membeli mobil baru secara bersamaan itu direkam dalam video amatir. Tak butuh waktu lama, video tersebut tersebar luas di media sosial. Warganet pun ramai membicarakan kampung miliarder itu.

Meski demikian, kini ratusan warga yang menjadi miliarder baru itu justru susah dimintai keterangan.

“Malu mas, kalau diwawancarai,” ujar seorang miliarder yang enggan disebutkan identitasnya, Kamis, (18/2/2021).

Sementara itu, seorang miliarder lain berkenan membagikan ceritanya terkait penjualan lahan kepada PT Pertamina.

“Saya beli satu mobil baru dari uang pembebasan lahan,” kata Priyanto (30).

Ia pun menceritakan bahwa pada 2004 bapaknya membeli tanah seharga Rp20 juta. Kini, tanah tersebut dibeli PT Pertamina dengan harga Rp4,5 miliar.

“Luas tanahnya lupa saya, tapi sekarang dapat uang sekitar Rp 4,5 miliar,” imbuhnya.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP