Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wisatawan Hilang di Parangtritis Belum Ditemukan, Pemkab Bantul: Jangan Mandi di Laut

Wisatawan Hilang di Parangtritis Belum Ditemukan, Pemkab Bantul: Jangan Mandi di Laut Pantai Parangtritis. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Laut Selatan Jawa dikenal dengan ombaknya yang ganas. Telah banyak wisatawan hanyut terbawa ombak karena tidak hati-hati saat bermain di sana.

Hal itulah yang terjadi pada dua pengunjung dari rombongan Pondok Pesantren Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah yaitu Fatih Abdi Muzaki (13) dan Dani Ahwan (15). Seperti diketahui sebelumnya, pada Kamis (30/12) keduanya bermain di pantai. Tapi kemudian Fatih terseret ombak pantai ke tengah. Dani yang mencoba menolong temannya, ikut terseret.

Pada akhirnya Dani berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke pantai untuk mendapat pertolongan. Tapi hingga Rabu (5/1), Fatih masih dalam pencarian SAR.

Lantas bagaimana kelanjutan pencarian wisatawan di Parangtritis yang hilang itu? Dan bagaimana pula pernyataan dari pemerintah setempat? Berikut selengkapnya:

Lakukan Segala Cara

penyelamatan wisatawan hanyut di pantai parangtritis

©Instagram/@sarparangtritis_

Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta L. Wahyu Efendi mengatakan proses pencarian oleh tim SAR gabungan sudah dilakukan sejak hari pertama kejadian. Namun memasuki hari ke-7, hasil pencarian itu masih nihil. Padahal, personel SAR telah menurunkan segala kelengkapan alat penyelamatan termasuk drone untuk melakukan pencarian via udara.

“Basarnas Yogyakarta menurunkan dua jetski, satu unit kendaraan amphibius, dan dibantu juga dengan alat utama SAR Direktoran Polisi Perairan (Ditpolair) Polda DIY berupa satu unit jetski, dan satu perahu jukung dari Sarsatlinmas Wilayah 3 Parangtritis,” kata Wahyu dikutip dari ANTARA pada Rabu (5/1).

Imbauan Pemkab Bantul

pantai parangtritis

©2020 Merdeka.com

Terkait hilangnya wisatawan di Pantai Parangtritis, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo ikut prihatin. Dia pun mengimbau para wisatawan lain untuk tidak mandi di laut agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Di tiket sudah kita cantumkan, termasuk bahaya ombak karena ombak yang tenang justru berbahaya. Informasi ini yang perlu kita sampaikan dan kami imbau bahwa pantai selatan tidak cocok untuk berenang atau mandi,” kata Heru.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP