Hujan yang terus mengguyur tiada henti membuat sejumlah tempat terendam banjir, tak terkecuali kota sebesar Semarang. Dalam potret-potret yang tersebar melalui berbagai media, tampak genangan banjir menggenangi berbagai tempat di ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu.
Kondisi banjir yang semakin parah itu membuat Gubernur Ganjar Pranowo langsung melakukan inspeksi. Saat inspeksi ke Rumah Pompa Mberok di Semarang, Ganjar mendapat temuan mengejutkan. Di mana dua dari tiga pompa yang ada di rumah itu tidak berfungsi.
Ganjar pun langsung menanyakan kepada petugas kenapa kedua pompa itu tidak difungsikan. Setelah ditelisik, ternyata pengoperasian kedua pompa itu terkendala masalah administratif. Lantas bagaimana reaksi Ganjar Pranowo mendengar kenyataan ini? Berikut selengkapnya:
Advertisement
Tak Seharusnya Terjadi
Menanggapi jawaban dari petugas, Ganjar mengatakan bahwa semestinya tak boleh ada masalah administrasi yang menghambat penanganan banjir. Dia pun langsung menginstruksikan kepada petugas untuk memfungsikan semua pompa yang ada.
Dia mengajak petugas untuk masuk ke dalam rumah pompa dan menyalakan mesin pompa. Namun kedua mesin itu tidak bisa dioperasionalkan karena masih terkunci.
“Tapi saya sudah minta hari ini dihidupkan. Saya minta nomor teleponnya. Nanti saya cek harus sudah hidup,” kata Ganjar mengutip dari Liputan6.com pada Senin (8/2).
Advertisement
Belum Diserahkan Secara Resmi
Ganjar mengatakan bahwa dalam kondisi darurat, penanganan harus dilakukan secara cepat. Oleh karena itu, masalah-masalah yang menghambat penanganan banjir harus cepat ditangani, apalagi pompa air di Rumah Pompa Mberok menjadi tumpuan dalam penanganan banjir di kawasan Kota Lama.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Pompa Banjir Wilayah Tengah Dua Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Yoyok Wiratmoko mengatakan bahwa sebagian pompa di rumah itu belum bisa difungsikan karena belum diserahkan secara resmi ke pemerintah kota.
“Itu yang mengerjakan adalah Kementerian PUPR dan belum diserahkan ke Pemkot Semarang. Jadi untuk operasionalnya masih di ranah PUPR. Kami sudah melakukan komunikasi,” kata Yoyok.
Advertisement
Mencari Penyebab Banjir
Selain meninjau operasional pompa di Rumah Pompa Mberok, Ganjar Pranowo juga meminta PT KAI mencari penyebab banjir di Stasiun Semarang Tawang. Seperti diketahui, banjir yang terjadi di Semarang membuat jadwal perjalanan kereta api terganggu.
“Jadi harus dicari penyebab genangan. Kalau memang ada kebocoran drainase, maka harus dibenahi secepatnya. Sebab kondisi curah hujan di Semarang ini cukup ekstrem dan diperkirakan BMKG kondisinya bisa sampai seminggu,” kata Ganjar mengutip dari Liputan6.com.