Di saat masa pandemi seperti saat ini, kondisi masyarakat menjadi serba sulit. Berbagai sektor usaha harus ditutup, jualan dibatasi, dan banyak pengangguran baru di mana-mana.
Walaupun begitu, kondisi tersebut tak menghalangi Albani, seorang pemilik kedai kopi di Jepara untuk berbagi kebaikan. Di saat waktunya berjualan kopi dibatasi, ia justru membagikan kopi gratis pada para petugas patroli PPKM darurat yang sedang bertugas.
“Untuk memberi kopi gratis ini saya dibantu oleh pelaku kopi yang lain. Saya di-support karena selama PPKM ini banyak promo kopi,” kata Albani dikutip dari Liputan6.com pada 10 Juli 2021. Berikut selengkapnya:
Advertisement
Membantu di Tengah Kesulitan
Albani tidak memungkiri, kedai kopi yang ia kelola sebenarnya tak luput dari dampak pandemi. Bahkan ia mengaku sudah merumahkan dua orang staf-nya selama pandemi. Demi menekan pengeluaran, ia pun terpaksa berjualan kopi sendiri tanpa bantuan karyawan.
Walaupun merasa dirugikan, ia tetap taat aturan dalam berdagang. Protokol kesehatan dan aturan-aturan selama masa PPKM darurat ia jalankan seperti memakai masker dan tutup lebih awal. Tak hanya itu, ia pun juga tak segan membagi-bagikan kopi jualannya kepada para petugas patroli.
“Seperti yang saya tulis di Instagram, entah ini sarkasme atau apa. Daripada dagangan kita nggak laku, mending kopi ini untuk mereka yang sedang patroli saja,” kata Albani dikutip dari Liputan6.com.
Advertisement
Dibantu Teman-teman
Dalam menjalankan misi sosialnya itu, Albani mendapat dukungan dari teman-temannya. Setiap hari mereka memberikan sebanyak 70 cup kopi kepada petugas. Namun ia memperkirakan jumlahnya bisa terus bertambah tergantung jumlah petugas yang terlibat.
“Saat ini fokus di Kota Jepara dulu. Dari Polres Jepara kemudian digabungkan dengan TNI, Satpol PP, dan Damkar. Dalam pembagiannya kami langsung menyerahkan ke kantor Polres Jepara. Kami dibantu tiga orang yang menyerahkan langsung ke sana,” terang Albani.
Advertisement
Bagi Kopi hingga PPKM Berakhir
Albani mengatakan, ia akan terus membagikan kopi hingga masa PPKM darurat berakhir. Mengenai kondisi sulit yang tak kunjung menemui titik terang, ia berharap masa pandemi segera usai dan ada solusi bagi para pelaku kopi.
“Kami butuh bantuan dari pemerintah, tapi kami tak berharap banyak. Padahal bahan baku kita berputar terus. Susu yang biasa digunakan itu hanya bisa digunakan dalam waktu sehari dua hari saja. Daripada busuk, lebih baik kami bagikan kepada aparat,” kata Albani dikutip Merdeka.com dari Liputan6.com pada Minggu (18/7).