Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembelaan-pembelaan Jokowi Jakarta kena banjir lagi

Pembelaan-pembelaan Jokowi Jakarta kena banjir lagi Jokowi pantau kesiapan posko banjir. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sepanjang Senin (13/1) kemarin, aktivitas sebagian besar warga Jakarta lumpuh akibat banjir yang melanda permukiman hingga jalan raya. Pertokoan tutup, arus lalu lintas macet parah, hingga sekolah diliburkan.

Seperti biasa, ribuan warga menjadi korban banjir dan terpaksa mengungsi ke posko-posko. Bahkan ada dua warga yang meninggal dunia karena saat banjir menerjang mereka sedang sakit dan kesulitan akses menuju tempat berobat.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku, banjir yang terjadi di tahun 2014 ini bisa diantisipasi dibandingkan tahun lalu. Alasannya, Pemprov DKI tengah bergerak cepat untuk melakukan penanggulangan banjir seperti normalisasi waduk dan kali serta penambahan pompa-pompa di pintu-pintu air Jakarta.

Jokowi pun menyatakan, pembuatan surat keputusan darurat banjir untuk menggerakkan semua unit yang melakukan tanggap darurat agar bergerak secepatnya. Mengenai keluhan warga yang wilayahnya masih terus menjadi langganan banjir, Jokowi meminta agar mereka bersabar karena langkah-langkah yang dilakukan dia belum tuntas dan membutuhkan waktu.

Berikut beberapa pembelaan Jokowi soal Jakarta yang masih dilanda banjir:

Jokowi: Baru setahun, yang sabar aja

setahun yang sabar aja rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Beberapa warga DKI Jakarta masih mengeluhkan adanya genangan air dan banjir di lingkungan mereka. Hal ini terjadi ketika hujan deras tak henti-henti terjadi. Terutama di wilayah Kampung Melayu dan Kampung Pulo yang menjadi langganan banjir.Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menanggapi keluhan tersebut. Jokowi berasalan, dirinya belum bisa menyelesaikan banjir karena belum lama menangani permasalahan di Jakarta."Baru setahun, yang sabar aja. Terus yang dua puluh tahun udah memerintah gimana?" kata Jokowi saat meninjau pintu air Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (12/1).Jokowi mengharapkan masyarakat lebih bersabar mengenai permasalahan banjir. Karena sampai saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menangani banjir. "Tapi tiap tahun udah ada progresnya. Apa langsung enggak banjir tuh?" tutupnya.

?

Baca juga: Jokowi: Satu problemnya, air dari Bogor harus dicegat! Banjir di Kampung Pulo surut, warga mulai bersihkan lumpur Jokowi yang tak siap hadapi banjir Banjir mulai surut, Jl Jatinegara Barat sudah bisa dilalui Titik-titik banjir di Jakarta pagi ini Banjir besar masih mengancam Jakarta BNPB sediakan Rp 50 miliar untuk tangani banjir Jakarta

Jokowi: Butuh 2 juta sumur resapan

2 juta sumur resapan rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Jokowi menyatakan, salah satu penyebab Jakarta masih digenangi air karena pembuatan sumur-sumur resapan belum selesai."Sumur resapannya butuh dua juta, yang dikerjakan baru 1.900, jadi kurang berapa? Tapi yang sudah dikerjakan ini berpengaruh, bahwa sumur resapan kelihatan daya serapnya," ujar Jokowi kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Kamis (9/1).Jokowi mengakui banjir memang masih terjadi di Jakarta. Namun, dengan adanya sumur-sumur resapan dan normalisasi sungai dan waduk dapat mengurangi daerah rawan banjir."Sudah dikeruk, tapi belum rampung semua. Tapi dilihat kemarin hujan yang sangat deras sekali, sungai-sungai sudah bisa nampung, Waduk Pluit juga langsung pompa dan buang air ke laut. Tapi ini belum rampung semua," jelas Jokowi.

Jokowi: Yang di atas kan belum dikerjain

di atas kan belum dikerjain rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Banjir di Jakarta salah satunya disebabkan oleh kiriman air dari Bogor. Untuk mengatasi banjir secara total, kata Jokowi, diperlukan kerja sama semua pihak. Tak hanya Pemprov DKI Jakarta, daerah-daerah hulu penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor dan lainnya juga harus melakukan penataan untuk antisipasi banjir."Ya masih banjir, yang di atas kan juga belum dikerjain. Ini semua harus dikerjakan," tegas Jokowi di Balai Kota, Jakarta."Ini kerja terintegrasi, ada pemerintah pusat dan lainnya. Kalau masyarakat gak ikut ya sama saja," ujarnya.

Jokowi: 13 Sungai besar tanggung jawab pusat

sungai besar tanggung jawab pusat rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Jokowi menegaskan, masalah banjir yang menerjang Jakarta setiap tahunnya bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta, tetapi juga tanggung jawab pemerintah pusat."Ya ndak apa-apa. Mau ditembak, mau diapain ya ndak apa-apa," ujar Jokowi di Waduk Pluit, Jakarta, Senin (13/1).Jokowi mengaku hanya mendapat tanggung jawab di parit atau kali-kali kecil. Sedangkan, pemerintah pusat bertanggungjawab atas 13 sungai besar."Kita ini tidak bekerja sendiri. Seperti hari ini, ini airnya kan hampir 80 persen dari wilayah atas, dan 13 sungai besar ini kan tanggung jawab pemerintah pusat. Ini harus jelas, kita hanya kebagian selokan dan parit," kata dia.

Jokowi: Rotterdam butuh 200 tahun

butuhRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Waktu, itu yang dibutuhkan Jokowi untuk menuntaskan masalah banjir Jakarta. Saat ini, Pemprov DKI masih melanjutkan pembuatan sumur resapan hingga pengerukan sungai dan waduk. Semua itu butuh waktu pengerjaan yang tidak sebentar."Memang butuh waktu. Ingat, Rotterdam bisa mengatasi banjir itu butuh berapa lama, 200 tahun. Kita normalisasi saja memang belum selesai. Kita memang harus ngomong apa adanya," kata Jokowi ujar Jokowi di Waduk Pluit, Jakarta, Senin (13/1).

Jokowi: Kan APBD belum rampung

apbd belum rampung rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Jokowi mengaku terhambatnya penanganan banjir karena lambannya pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 sebesar Rp 72,7 triliun. Seperti diketahui, hingga saat ini DPRD belum juga merampungkan pengesahan RAPBD 2014."Ya jelas (terganggu). Kan APBD belum rampung. Tapi minggu ini dirampungkan," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Minggu (13/01).Selain penanganan banjir, lanjut dia, banyak proyek yang molor termasuk pembayaran gaji pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. "Ya, molor semuanya dong. Rencananya kita gunakan untuk gaji juga. Kira-kira Rp 72 triliun lah. Kan belum rampung," kata dia.Seperti diketahui, hingga saat ini DPRD masih belum mengesahkan RAPBD 2014 yang diajukan Jokowi beberapa waktu lalu. Padahal, menurut UU 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah mengatur batas akhir disahkannya RAPBD menjadi APBD pada satu bulan sebelum akhir tahun atau 30 November.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP