Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengancam akan memecat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ketahuan mempengaruhi orang lain untuk memilih atau tidak memilih dirinya dalam Pilgub DKI. Sebab hal tersebut, kata Ahok telah menyalahi aturan.Peringatan itu disampaikan Ahok saat memberikan sambutan usai melantik 513 pejabat eselon II, III, dan IV di Balai kota, sore tadi."Bapak Ibu jangan? sok-sokan suruh orang pilih saya ya. Tidak perlu Bapak Ibu lakukan seperti itu. Bapak Ibu juga jangan bilang sama orang jangan pilih saya. Itu kalau tidak ketahuan, boleh, tidak apa-apa. Kalau ketahuan, bisa dipecat jadi PNS karena ada Undang-Undang," katanya di Balai kota, Jakarta, Jumat (17/6).Ahok ingin PNS-PNS DKI menaati aturan dengan tidak ikut dalam kegiatan politik apapun, yang harus jadi fokus anak buahnya hanya bekerja dengan baik melayani warga Jakarta seperti dalam sumpah jabatan yang diucapkan."Tidak apa-apa Bapak Ibu mau bicara sama tetangga, sama anak, jangan pilih itu Gubernur.? Tidak benar itu Gubernur itu. Tidak apa-apa, diam-diam saja ngomongnya ya. Kalau suruh milih saya jangan ngomong. Yang penting Bapak Ibu kerjanya benar saja sesuai sumpah jabatan," tegas dia.Mantan politisi Gerindra ini mengatakan masa jabatannya tinggal sebentar lagi. Ahok berharap pola kerja yang selama ini diterapkan dapat dilanjutkan meskipun berganti kepemimpinan."Sehingga siapapun menjadi gubernur menggantikan saya, Bapak Ibu sudah punya suatu pola kerja. Sehingga Gubernur nantipun tidak gampang mau pecat-pecati Bapak Ibu. Karena pengawasannya masih ada 'gubernur asli' kan, Presiden kan," tandas Ahok.
Ahok ancam PNS yang pengaruhi orang lain saat Pilgub DKI
Ahok ancam akan pecat PNS yang pengaruhi orang lain saat Pilgub DKI karena melanggar UU.
Rekomendasi