Viral Marbot Siram Air Panas ke Remaja yang Tidur di Masjid, Begini Kronologinya

Akibat kejadian tersebut, kulit wajah A di sebelah kanan melepuh karena terkena siraman air panas.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Viral Marbot Siram Air Panas ke Remaja yang Tidur di Masjid, Begini Kronologinya
Tiga remaja disiram air panas oleh marbot di Masjid Babussalam Payung Sekaki Pekanbaru. ©2021 Youtube Liputan6 SCTV Merdeka.com

Tiga orang remaja berinisial A, RE, dan RR mengalami kejadian tak menyenangkan saat tengah tertidur di Masjid Babussalam, Jalan Panglima, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru pada Minggu (12/9/2021).

Ketiganya menjadi korban penyiraman air panas oleh Hamdanur yang sehari-hari bekerja sebagai marbot di masjid tersebut. Video ketiganya saat disiram air panas viral di media sosial setelah diunggah pada Rabu (15/9/2021) lalu.

Akibat kejadian tersebut, kulit wajah A di sebelah kanan melepuh karena terkena siraman air panas. Berikut kronologinya.

RR yang menjadi saksi sekaligus korban mengatakan jika peristiwa tersebut terjadi menjelang waktu salat subuh.

Menurut keterangan RR, saat itu Hamdanur pergi ke luar masjid untuk mengambil air panas. Ketika kembali ke dalam masjid, ia langsung menyiramkan air panas tersebut ke korban A yang masih tertidur. Kemudian, dua korban lainnya juga disiram dengan sisa air di wadah.

"Waktu itu pelaku keluar dari masjid dan langsung mengambil air panas. Kemudian dia berjalan langsung menyiramkannya ke korban R, lalu menyiram lagi dengan sisa air tadi," kata RR.

Usai kejadian tersebut, korban A melapor ke orang tuanya. Mereka pun langsung melaporkan perbuatan Hamdanur ke Polsek Payung Sekaki.

Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki, Iptu Safril menjelaskan, orang tua A langsung melapor kepada pihaknya. Tak lama kemudian pelaku penyiraman yang juga marbot tersebut meminta damai kepada pihak keluarga.

"Jadi ini sudah kita panggil dari kedua belah pihak, sebelumnya keduanya diketahui sudah berdamai secara lisan. Namun tetap kami buat surat perdamaiannya secara tertulis untuk menguatkan argumen damai antara pihak pelaku dengan korban," terang dia.

Sementara itu usai meminta maaf dan meminta damai secara lisan, pelaku juga telah menyatakan kesanggupannya untuk menanggung biaya pengobatan korban.

Menurut orang tua A, Zainal, perdamaian kedua pihak ini dimediasi oleh pemuka agama dan anggota kepolisian setempat. Sebelumnya kasus ini juga sudah ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru.

"Dalam hal ini pihak pelaku mengajak kami pihak korban untuk berdamai, dengan adanya kesepakatan dari kami dua belah pihak terjadilah mediasi ini," kata Zainal.

©2021 Youtube Liputan6 SCTV Merdeka.com

Sementara itu menurut pengakuan Hamdanur, ia nekat menyiram ketiganya dengan air panas karena sebelumnya ia telah menyiram dengan air biasa namun ketiganya tak juga bangun.

Dalam unggahan berdurasi 33 detik itu memperlihatkan kondisi korban A yang tengah berjalan keluar masjid, dengan kondisi kesakitan di bagian wajah.

Rekomendasi