Mengenal Hearing Loss: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Ketika gelombang suara mencapai telinga bagian dalam, mereka melakukan perjalanan melalui cairan koklea. Koklea adalah struktur berbentuk siput di telinga bagian dalam. Di koklea, ada sel-sel saraf dengan ribuan rambut mini yang melekat padanya.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Mengenal Hearing Loss: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi tuli. Shutterstock/Brian A Jackson

Gangguan pendengaran, atau hearing loss, adalah ketika Anda tidak dapat mendengar sebagian atau seluruh suara di salah satu atau kedua telinga. Hearing loss biasanya terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu.

The National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) melaporkan bahwa sekitar 25 persen dari mereka yang berusia antara 65 dan 74 tahun dapat mengalami kondisi ini. Hearing loss juga biasa disebut pendengaran berkurang, ketulian, kehilangan pendengaran, dan gangguan pendengaran konduktif

Tiga bagian utama dari telinga yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Pendengaran dimulai ketika gelombang suara melewati telinga luar ke gendang telinga, yang merupakan bagian tipis dari kulit antara telinga luar dan tengah. Ketika gelombang suara mencapai gendang telinga, gendang telinga akan bergetar.

Tiga tulang telinga tengah disebut ossicles, yaitu rantai kecil dari tiga tulang; malleus, incus dan stapes. Gendang telinga dan ossicles bekerja sama untuk meningkatkan getaran saat gelombang suara bergerak maju ke telinga bagian dalam.

Ketika gelombang suara mencapai telinga bagian dalam, mereka melakukan perjalanan melalui cairan koklea. Koklea adalah struktur berbentuk siput di telinga bagian dalam. Di koklea, ada sel-sel saraf dengan ribuan rambut mini yang melekat padanya. Rambut-rambut ini membantu mengubah getaran gelombang suara menjadi sinyal listrik yang kemudian berjalan ke otak.

Otak menafsirkan sinyal listrik ini sebagai suara. Getaran suara yang berbeda menciptakan reaksi yang berbeda pada rambut-rambut kecil ini, menandakan suara yang berbeda ke otak. Berikut ini, akan kami jelaskan apa penyebab dan gejala dari hearing loss beserta cara mencegahnya.

Penyebab Hearing Loss

American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) melaporkan bahwa ada tiga tipe dasar hearing loss, masing-masing disebabkan oleh faktor dasar yang berbeda. Dilansir dari Healthline, ada tiga penyebab paling umum dari hearing loss adalah gangguan pendengaran konduktif, gangguan pendengaran sensorineural (SNHL), dan gangguan pendengaran campuran.

Gangguan Pendengaran Konduktif

Gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika suara tidak dapat melakukan perjalanan dari telinga luar ke gendang telinga dan tulang-tulang telinga tengah. Ketika jenis hearing loss ini terjadi, Anda mungkin merasa sulit untuk mendengar suara yang lembut atau teredam. Gangguan pendengaran konduktif tidak selalu permanen. Intervensi medis dapat mengobatinya. Perawatan mungkin bisa dengan antibiotik atau intervensi bedah, seperti implan koklea.

Gangguan pendengaran konduktif dapat disebabkan oleh:

  • infeksi telinga
  • alergi
  • telinga perenang
  • penumpukan kotoran di telinga

Benda asing yang tersangkut di telinga, tumor jinak, atau jaringan parut pada saluran telinga karena infeksi berulang juga bisa menjadi penyebab potensial dari hearing loss.

Gangguan Pendengaran Sensorineural (SNHL)

SNHL terjadi ketika ada kerusakan pada struktur telinga bagian dalam atau di jalur saraf ke otak. Jenis gangguan pendengaran ini biasanya permanen. SNHL bahkan membuat suara yang berbeda, normal, atau keras tampak teredam atau jadi tidak jelas.

SNHL dapat disebabkan karena:

  • cacat lahir yang mengubah struktur telinga
  • penuaan
  • bekerja di sekitar suara keras
  • trauma pada kepala atau tengkorak
  • Penyakit Meniere, yaitu gangguan pada telinga bagian dalam yang dapat mempengaruhi pendengaran dan keseimbangan.
  • neuroma akustik, yang merupakan tumor non-kanker yang tumbuh pada saraf yang menghubungkan telinga ke otak yang disebut "saraf koklea vestibular"
  • Infeksi

Infeksi seperti berikut juga dapat merusak saraf telinga dan menyebabkan SNHL:

  • campak
  • meningitis
  • penyakit gondok
  • demam berdarah

Gangguan Pendengaran Campuran

Gangguan pendengaran campuran juga dapat terjadi. Ini terjadi ketika gangguan pendengaran konduktif dan SNHL terjadi secara bersamaan.

Gejala Hearing Loss

Hearing loss biasanya terjadi seiring waktu. Pada awalnya, Anda mungkin tidak melihat adanya perubahan pada pendengaran. Namun, jika Anda mengalami salah satu dari gejala berikut, perlu menghubungi dokter:

  • gangguan pendengaran yang mengganggu aktivitas sehari-hari
  • gangguan pendengaran yang menjadi lebih buruk atau tidak menghilang
  • gangguan pendengaran yang memburuk di satu telinga
  • gangguan pendengaran mendadak
  • berdenging di telinga
  • gangguan pendengaran yang parah
  • mengalami sakit telinga bersama dengan masalah pendengaran
  • sakit kepala
  • mati rasa
  • kelemahan

Anda harus mencari perawatan medis darurat jika mengalami sakit kepala, mati rasa, atau kelemahan bersama dengan salah satu dari gejala berikut ini:

  • panas dingin
  • pernapasan cepat
  • leher kaku
  • muntah
  • kepekaan terhadap cahaya
  • agitasi mental

Gejala-gejala ini dapat terjadi dengan kondisi yang mengancam jiwa yang memerlukan perhatian medis segera, seperti meningitis.

Mencegah Hearing Loss

Gangguan pendengaran terbukti berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang dan kondisi mental mereka. Jika Anda mengalami gangguan pendengaran, Anda mungkin mengalami kesulitan memahami orang lain. Ini dapat meningkatkan tingkat kecemasan atau menyebabkan depresi.

Tidak semua kasus hearing loss dapat dicegah. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk melindungi pendengaran:

  • Gunakan peralatan keselamatan jika Anda bekerja di area dengan suara keras, dan kenakan penutup telinga saat Anda berenang dan pergi ke konser. The National Institute on Deafness and Other Communication Disorders melaporkan bahwa 15 persen orang berusia 20 hingga 69 tahun mengalami hearing loss atau gangguan pendengaran karena suara keras.
  • Lakukan tes pendengaran secara teratur jika Anda bekerja di sekitar suara keras, sering berenang, atau sering pergi ke konser.
  • Hindari kontak yang terlalu lama dengan suara keras dan musik.
  • Cari bantuan untuk infeksi telinga. Mereka dapat menyebabkan kerusakan permanen pada telinga jika tidak diobati.
Rekomendasi