Seorang wanita berinisial KK (47) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat harus meregang nyawa usai dibunuh suaminya sendiri pada Senin (27/9) malam. KK yang merupakan warga Dusun Cipari, RT 001/ RW 002, Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih itu meninggal dunia usai bertengkar hebat dengan suaminya AA (47) hanya gara-gara masalah panci yang baru dibelinya.
AA yang bekerja sebagai buruh penggilingan padi tersebut saat ini sudah diamankan di Mapolsek Sidamulih untuk dilakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut. Berikut informasinya selengkapnya.
Advertisement
Dibunuh karena Tak Izin Kredit Panci
AA mengaku jika dirinya tidak memiliki niatan untuk membunuh istrinya. Saat itu ia hanya terpancing emosi hingga berkata keras kepada istrinya karena tak izin kepadanya untuk kredit panci.
"Waktu itu posisinya saya tidak tau istri mencicil barang namanya panci, tiba-tiba ada yang nagih. Kalau pakai kekerasan atau benda tajam tidak, saya hanya bicara ke istri dengan nada keras," kata AA melansir dari Youtube Liputan6 SCTV.
Advertisement
Tetangga Menemukan Luka Lebam di Tubuh Korban
Sementara itu para tetangga yang melihat langsung kondisi KK mendapati sejumlah luka lebam seperti bekas benturan benda tumpul. AA beralasan jika luka lebam tersebut terjadi karena istrinya terjatuh saat sedang ia nasihati.
"Kalau lebam itu karena saya tarik terus dia jatuh dan kena lutut saya di bagian pelipisnya. Itu sedang saya nasihati dan dia tidak terima, kemudian mau pergi," jelasnya.
Untuk memastikan penyebab kematian, jasad KK pun sudah dibawa ke Puskesmas Cikembulan untuk divisum.
Advertisement
Terungkap saat Lapor ke Adik Korban
Sementara itu, Nandar adik korban mengaku jika dirinya sempat diminta oleh pelaku untuk datang dan memeriksa keadaan KK di rumahnya.
Menurut Nandar saat diperiksa keadaan adiknya sudah meninggal dunia. Ia juga mengakui jika suami dan istri tersebut kerap bertengkar dengan nada keras hingga terdengar olehnya.
"Pertama ditemukan itu udah tergeletak di ruang tengah ini, pas diperiksa udah meninggal dunia. Keduanya memang cukup sering bertengkar, kadang sampai kedengaran oleh saya," terang Nandar.