DKM Masjid di Antapani Hampir Jadi Korban Penipuan, Begini Modusnya

Terduga pelaku ini sempat mengaku kepada DKM membutuhkan biaya pengobatan darurat sebesar Rp2.250.000 untuk tindakan persalinan karena istrinya mengalami pecah ketuban usai terjatuh di kontrakan.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
DKM Masjid di Antapani Hampir Jadi Korban Penipuan, Begini Modusnya
ilustrasi penipuan. ©2013 Merdeka.com

Seorang DKM di Masjid Fastabiqul Khoirot, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini hampir menjadi korban penipuan. Dilaporkan, terduga pelaku merupakan seorang pria yang mengaku bernama Rizki Purnama dan berpura-pura sebagai warga setempat.

Peristiwa sendiri diceritakan seorang warganet di akun instagram @beritakotabandung pada Jumat (18/2). Di sana pelaku berupaya meminjam uang sebesar Rp. 2.250.000, kepada DKM masjid untuk keperluan pengobatan istrinya.

“Usai salat maghrib di Masjid Fastabiqul Khoirot tetiba ada seorang pemuda mengaku bernama Rizki Purnama, usia sekira 30 tahun datang menemui DKM dengan wajah sedih dan diwarnai dengan isak tangis” kata pelapor

Mengaku Sebagai Warga Setempat

Disebutkan pria itu mengatakan tinggal tak jauh dari masjid, kawasan Kuningan 5, dengan mengaku mendapat musibah yang dialami sang istri. Menurutnya sang istri yang hamil 8 bulan baru saja jatuh di kontrakan hingga mengalami pendarahan.

Terduga pelaku ini sempat mengaku membutuhkan biaya pengobatan darurat sebesar angkat tersebut untuk tindakan persalinan karena istrinya mengalami pecah ketuban.

“Ia mengaku tadi sore istrinya terjatuh dan mengalami pendarahan dan segera dibawa ke klinik medical Antapani. Setiba di klinik ketubannya pecah dan harus segera diambil tindakan persalinan. Dan katanya harus ada uang sejumlah Rp 2.250.000 karena tidak tercover BPJS” tulis postingan tersebut.

Pengurus Masjid Curigai Hal Ini

Dengan wajah yang memelas, netizen yang melapor menceritakan jika salah satu DKM tersebut menyarankan terduga pelaku agar menemui bendahara di rumah yang sudah ditujukkan. Ia pun menuju rumah bendarah didampingi sejumlah warga.

Saat di rumah bendahara, pria tersebut kembali menceritakan urgensinya meminjam uang dengan nominal tersebut. Merasa iba, bendahara mencoba menghubungi ketua DKM dengan maksud meminta izin terkait peminjaman.

Panggilan telepon pun tak kunjung dijawab ketua DKM, hingga ia mencoba meminta KTP karena khawatir dan tidak kenal. Kecurigaan sendiri muncul karena Rizki mengaku KTP dan BPJS sudah dibawa pinak klinik. Bendahara menganggap hal ini tidak beres dengan mencoba mengulur waktu untuk dibuatkan kwitansi.

Rizki Purnama Kabur saat Diajak Bertemu Ketua DKM dan RT

Disebutkan Rizki Purnama dan bendahara sempat menunggu konfirmasi dari ketua DKM hingga masuk adzan Isya. Bendahara pun berusaha mengajaknya ke masjid dengan maksud bertemu ketua DKM sebagai saksi.

Tak berapa lama, ketua DKM menelpon balik dan meminta bendahara agar tidak memberikannya dulu, sampai ia dan pak RT selesai berkoordinasi. Ia pun meminta agar pria tadi menunggu sejenak karena ketua DKM serta RT akan datang ke rumah bendahara tersebut.

Saat adzan isya berkumandang, dan bermaksud mempertemukan ketiganya. Pria tadi meminta izin untuk pergi ke klinik untuk mengambil KTP. Terduga pelaku terlihat tergesa-gesa dan sedikit berlari hingga semakin membuat curiga

Tidak Ada Warga yang Bernama Rizki Purnama

Kecurigaan penipuan kian terbukti saat bendahara, RT setempat dan ketua DKM bertemu di masjid. Dengan gelisah ketua DKM menanyakan kepada bendahara terkait pemberian uang. Namun bendahara mengaku belum memberikan uang tersebut karena belum ada izin dari ketua DKM

Berdasarkan keterangan RT setempat, disebutkan bahwa tidak ada warga di sana yang bernama Rizki Purnama. Pelapor pun mengaku lega karena terhindar dari dugaan penipuan tersebut. Di slide terakhir, akun tersebut juga menyertakan foto pria yang diduga sebagai Rizki Purnama

“Alhamdulillah setelah dikonfirmasi ke pak RT, tidak ada yang bernama Rizki Purnama yang ngontrak di Kuningan 5, dan dalam kwitansi dia mengaku beralamat di Cikajang 5, no 17, Antapani, Bandung. Sayang tadi tidak sempat memoto, ybs kemudian menyimpan nomor HP. Ketika saya coba hubungi tidak aktif” tulis keterangan di sana.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Berita Kota Bandung (@beritakotabandung)

Baca Juga Menteri Kebudayaan Dorong Museum Pos Indonesia Jadi Cagar Budaya Nasional
Rekomendasi