Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten saat ini terus mematangkan persiapan pembelajaran tatap muka. Upaya tersebut sampaikan langsung oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya. Menurut Iti, pelaksanaan belajar daring di sejumlah wilayahnya tidak efektif.
Menurut keterangan Iti, 52 titik wilayah di Kabupaten Lebak, khususnya bagian selatan belum terjangkau sinyal internet untuk mendukung proses pembelajaran dari rumah.
"Kita juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan tatap muka, akan kita evaluasi mana saja yang zona hijau, yang bisa dilakukan tatap muka. Ada komitmen bersama, bersama sekolah, wali murid dan orangtua," kata Iti, Jumat (19/3/2021). dikutip dari Liputan6.com.
Untuk menunjang pembelajaran tatap muka, pihak Pemkab terus melakukan sejumlah upaya. Pemkab melakukan penyesuaian protokol di setiap sekolah termasuk menyediakan alat pencuci tangan.
Advertisement
Tenaga Pengajar Harus Mendatangi Rumah Murid
Dodi Riana guru honorer SDN Jaya Mekar Cianjur Selatan yang mendatangi muridnya karena terkendala akses belajar daring/©2020 Merdeka.com
Banyaknya wilayah yang belum terjangkau internet, membuat para guru harus menyambangi satu per satu rumah siswa untuk memberikan materi pengajaran. Kegiatan itu berlangsung selama satu tahun terakhir dan dinilai tak berjalan mulus. Hal itu dikarenakan kondisi geografis tidak sebagus di kawasan perkotaan.
"Dengan pembelajaran daring ini, Kabupaten Lebak memiliki 52 blankspot, tentunya para tenaga pendidik kami yang harus mendatangi rumah anak didik kami untuk memberikan pelajaran, tugas termasuk PR. Kalau mendatangi rumah, tentu memakan waktu banyak," ungkap Iti kepada wartawan.
Advertisement
Khawatir Siswa Putus Sekolah
Sebelumnya Iti sudah mengupayakan kerjasama dengan Kominfo untuk penyediaan tower jaringan seluler dan internet. Namun sayang, kerjasama itu belum terealisasi. Iti mengatakan jika dirinya khawatir karena pembelajaran daring yang kurang optimal akan membuat siswa akan putus sekolah.
Menurutnya, masih ada siswa siswi di Kabupaten Lebak yang belum memiliki perangkat penunjang sekolah daring, seperit smartphone sampai laptop.
"Daring ini juga risiko, banyak anak murid putus sekolah yang kita khawatirkan, buta aksara juga. Guna meminimalisir putus sekolah, kita akan buka tatap muka. Targetnya di tahun ajaran baru," jelasnya.
Advertisement
Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli di Kota Serang
Sementara itu, untuk wilayah Kota Serang, akan mulai menggelar pembelajaran tatap muka di bulan Juli 2021 mendatang.
Kepala Disdik Kota Serang, Wasis Dewanto, mengatakan jika seluruh wilayah tersebut, baru 74 persen yang mengajukan kesiapan. Sedangkan 26 persen sisanya menyatakan masih belum siap.
"Dari semua sekolah yang kami miliki, baru 74 persen yang sudah dinyatakan siap karena memenuhi standar protokol kesehatan. Sedangkan 26 persen yang dikatakan masih belum siap," kata Wasis, Jumat (19/3/2021) lalu.
Wasis berharap jika pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka berjalan optimal. Terlebih setelah vaksinasi kepada para tenaga pendidik di Kota Serang selesai.
"Vaksin guru sudah dilakukan di wilayah kerjanya masing-masing, 7 ribu guru negeri maupun swasta. Tatap muka lebih menjamin jika guru itu sudah divaksin, karena ada rasa nyaman bagi siswa yang diajar. Jika tidak lolos screening (pemeriksaan kesehatan), kita juga tidak memaksa (guru untuk divaksin)," tandasnya.