Mau punya leher jerapah, wanita AS ini tiru tradisi suku di Myanmar

Terobsesi dengan penampilan wanita suku primitif di Myanmar, wanita ini panjangkan leher dengan cincin logam.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Mau punya leher jerapah, wanita AS ini tiru tradisi suku di Myanmar
Wanita AS terobsesi cincin leher etnis di Myanmar. ©2015 Merdeka.com/MailOnline

Pernah mendengar tentang suku Karen dan etnis minoritas di Myanmar yang para wanitanya memiliki leher panjang karena mengenakan cincin-cincin logam sejak kecil?

Rupanya tradisi unik suku ini menarik perhatian seorang wanita asal Los Angeles yang bernama Sydney. Sejak menyaksikan eksotisme para wanita berleher panjang dari suku tersebut, perempuan 29 tahun ini terobsesi untuk meniru penampilan mereka.

Dalam reality show My Strange Addiction wanita cantik ini menyatakan kalau dirinya ingin memanjangkan leher hingga 30 cm.

Saat ini Sydney mengenakan 16 cincin dari kuningan yang direkatkan dengan lem khusus. Ia telah menghabiskan lebih dari $ 1.000 untuk mendapatkan cincin-cincin logam yang dibuat khusus tersebut.

Cincin-cincin tersebut melingkari lehernya setiap waktu. Sydney bahkan masih memakainya saat tidur. Dan dia hanya melepaskan cincin-cincin tersebut setiap enam bulan sekali.Sydney harus rutin membersihkannya dengan tisu basah.

Photo credit

Rencananya Sydney akan menambah lagi jumlah cincin lehernya. Ia ingin lehernya bertambah panjang hingga 20 cm.

Photo credit

Sebenarnya dokter yang menangani Sydney sudah memperingatkan kalau kegemaran anehnya itu bisa membahayakan kesehatan. Namun perempuan in justru berniat terus menambah cincin agar lehernya bertambah panjang sampai 30 cm.

Rekomendasi