Kostum unik dan riasan atraktif membuat para cosplayer tampil nyentrik. Mereka seringkali dijumpai pada event-event berbau Jepang atau kompetisi cosplay. Apa itu cosplay? Cosplay berasal dari singkatan costume play, sebuah seni pertunjukkan yang menampilkan orang berkostum dan berakting mirip karakter tertentu.
Selain detail kostum, seorang cosplayer juga dituntut untuk dapat menirukan sifat dan gestur dari karakter yang dipilihnya. Bahkan, riasan wajahnya pun dibuat semirip mungkin dengan karakter aslinya. Lantas, berapa harga yang harus dibayar oleh seorang cosplayer untuk bisa tampil maksimal? "Saya biasanya pakai bahan sisa, remake barang-barang yang ada. Jujur, saya bikin 1 set kostum itu rata-rata hanya habis Rp 100.000-200.000 saja. Kostum paling mahal yang pernah saya buat, kostum patlabor (semacam robot gundam), hanya menghabiskan biaya produksi sekitar Rp 600.000. Tingginya sekitar 2 meter," ungkap Konnichi Kurenai, anggota Lunar Asterisk - komunitas cosplay Bandung yang menjadi special guest di Anime Festival Asia 2012 - kepada Merdeka.com, (26/11).Berbeda dengan Konnichi dkk, kostum mungkin menjadi hambatan bagi para cosplayer yang tidak memiliki keterampilan membuat kostum sendiri. Alhasil, mereka pun terpaksa harus membeli atau menyewa kostum dari orang lain.
Rata-rata harga kostum di toko online berkisar antara Rp 200.000-600.000. Tetapi, ada beberapa kostum yang dijual dengan harga cukup tinggi, Rp 1-2 juta. Tergantung pada tingkat kesulitan.
Ironisnya, kreativitas saja tidak cukup untuk mengusung sebuah totalitas dalam ber-cosplay. Terbukti, seorang kontestan di New York's Comic Con 2012 harus merogoh kocek hingga USD 4.000 atau sekitar Rp 38 juta untuk menciptakan kostum Iron Man. Kostum itu berhasil menyabet berbagai penghargaan, termasuk Marvel's NYCC Costume Contest dan kostum termahal di New York Comic Con, sebagaimana dilansir io9.com. Meski sebagian cosplayer percaya bahwa totalitas tidak harus diukur dari uang. Namun, totalitas terkadang tidak bisa didapat dengan harga murah. Pada akhirnya, kreativitaslah yang menentukan usaha mereka dalam menampilkan karakter tersebut.