Ulama Al-Azhar: Muslim Tidak Boleh Tinggalkan Puasa Meski Ada Pandemi Corona

Bulan suci Ramadan akan tiba Jumat mendatang, tergantung dari penglihatan hilal atau bulan baru.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Ulama Al-Azhar: Muslim Tidak Boleh Tinggalkan Puasa Meski Ada Pandemi Corona
Masjid Al Azhar. ©Reuters

Ulama Al-Azhar, otoritas muslim Sunni di Mesir, mengatakan awal bulan ini, muslim tidak dibolehkan meninggalkan puasa di bulan suci Ramadan di tengah pandemi corona.

"Belum terbukti secara ilmiah--hingga saat ini--seperti yang dikatakan di situs kantor WHO di Timur Mediterania--bahwa minum air adalah tindakan pencegahan dari penyakit ini," kata pernyataan Al-Azhar, seperti dilansir laman Al Arabiya, pekan lalu.

"Selain itu tidak ada bukti yang mengatakan berkumur bisa melindungi diri dari dari penularan virus corona. Ada beberapa merek obat kumur yang bisa membunuh sejumlah kuman selama beberapa menit di dalam mulut, tapi ini bukan berarti itu bisa mencegah penularan virus corona."

Dengan demikian tidak dibolehkan bagi muslim tidak berpuasa di bulan Ramadan kecuali terbukti secara ilmiah minum air bisa mencegah tertular dari penyakit ini. Keputusan mengenai hal ini harus diserahkan kepada dokter karena mereka ahli di bidang ini dan keputusan mereka mengikat bagi seluruh muslim untuk soal harus tidaknya berpuasa."

Meski begitu Al-Azhar mengatakan jika muslim yang tengah berpuasa ingin membasahi mulutnya, Islam membolehkan mereka mengambil air wudu tapi tidak ditelan karena itu akan membatalkan puasa.

Bulan suci Ramadan akan tiba Jumat mendatang, tergantung dari penglihatan hilal atau bulan baru.

Sebelumnya Mufti Agung Arab Saudi Abdulaziz Al al-Sheikh, otoritas tertinggi di Saudi, Jumat lalu mengatakan ibadah salat tarawih dan salat Idul Fitri dianjurkan dilakukan di rumah jika pandemi corona masih belum berlalu.

Pemerintah Mesir awal bulan ini juga sudah mengumumkan seluruh kegiatan buka bersama dilarang untuk mencegah penyebaran virus corona covid-19.

Rekomendasi