Presiden Korea Selatan, Moon Jae In meminta maaf untuk pertama kalinya pada Senin atas kematian seorang pria yang ditembak tentara Korea Utara pekan lalu. Moon menyampaikan pemerintahnya gagal melaksanakan tanggung jawabnya dalam melindungi warganya.
Penembakan itu memicu kemarahan dan kritik bahwa Seoul tampaknya membuang waktu berjam-jam untuk menyelamatkan pejabat Korea Selatan yang ditemukan terapung-apung di perairan Korea Utara sebelum kematiannya pada Selasa lalu.
Sementara penembakan itu membuat pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyampaikan permohonan maaf yang jarang dilakukannya. Korea Utara sebagian besar menyalahkan orang yang terbunuh itu, mengatakan dia menolak menjawab pertanyaan dan berusaha melarikan diri sebelum pasukan Korea Utara menembaknya.
Pada Minggu, Korea Utara menuding Korea Selatan mengirim kapal melintasi perbatasan maritim barat yang disengketakan untuk mencari jenazah pria itu, memperingatkan bahwa dugaan intrusi dapat meningkatkan ketegangan. Militer dan penjaga pantai Korea Selatan bersikeras mereka hanya mencari di perairan selatan perbatasan.
Advertisement
Dalam sebuah pertemuan dengan pembantu seniornya, Moon mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga korban penembakan dan juga meminta maaf kepada masyarakat atas kekagetan dan kemarahan mereka. Moon mengatakan, pemerintah tanpa alasan apapun bertanggung jawab melindungi keamanan warganya.
Presiden Moon juga mengatakan permintaan maaf Kim Jong Un menunjukkan dia sangat ingin mencegah rusaknya hubungan bilateral setelah insiden tersebut dan menyerukan Korea Utara melanjutkan dialog dan menghubungkan ulang jaringan komunikasi militer yang terputus pada Juni lalu.
Korea Selatan juga menawarkan penyelidikan gabungan bersama Korea Utara untuk menyelidiki penembakan.
"Harapan kami bahwa insiden tragis ini tak hanya berakhir sebagai insiden (tragis) dan justru menciptakan ruang dialog dan kerjasama, menjadi sebuah kesempatan untuk mengembangkan hubungan Selatan-Utara," jelas Presiden Moon, dilansir The Independent, Senin (28/9).
Advertisement
Kritikus, termasuk anggota parlemen konservatif, menuduh pemerintah Moon tidak bertindak setelah pejabat militer mengungkapkan pria itu terlihat di perairan Korea Utara sekitar enam jam sebelum dia dibunuh. Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan sulit untuk menjalin komunikasi dengan Korea Utara karena saluran yang terputus dan para pejabat membutuhkan lebih banyak waktu untuk menganalisis intelijen guna menentukan apa yang akan dilakukan Korea Utara terhadap pria itu.
Kim mengatakan dia "sangat menyesal" atas apa yang dia gambarkan sebagai "insiden yang tidak terduga, tidak menguntungkan" dalam pesan yang dikirim ke Korea Selatan.
Pria yang ditembak itu merupakan pegawai badan maritim Korea Selatan berusia 47 tahun yang dilaporkan hilang saat bertugas di kapal penangkap ikan dekat pulau Yeonpyeong, yang dekat dengan perbatasan laut.
Militer Korea Selatan mengatakan dia kemungkinan mencoba membelot ke Utara. Saudaranya membantah kemungkinan itu melalui media lokal, mengatakan kemungkinan besar dia jatuh ke laut secara tidak sengaja.