CEK FAKTA: Hoaks Alat Tes Swab Bisa Merusak Otak

Pengunggah itu menyebutkan alat tes swab bisa merusak otak dan sel amigdala. Cara ini dilakukan agar para budak lebih patuh

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
CEK FAKTA: Hoaks Alat Tes Swab Bisa Merusak Otak
Sosialisasi Protokol kesehatan dan Swab Keliling. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Informasi sejarah penggunaan alat tes swab sejak zaman Mesir kuno beredar di media sosial. Pengunggah itu menyebutkan alat tes swab bisa merusak otak dan sel amigdala. Cara ini dilakukan agar para budak lebih patuh.

"In ancient Egypt, they bruised the amygdala in order to make slaves more submissive and compliant"

Berikut terjemahannya:

"Di Mesir kuno, mereka sengaja melukai amigdala agar para budak lebih patuh dan patuh"

Penelusuran

Cek fakta merdeka.com menelusuri informasi tersebut. Hasilnya, informasi tersebut adalah hoaks.

Profesor neuroteknologi di Imperial College London, Simon Schultz, menegaskan tes swab tidak merusak amigdala.

Kemudian juru bicara Public Health England juga menegaskan tes swab tidak mungkin merusak otak. Karena alat swab tidak mungkin masuk otak melalui rongga hidung.

Kesimpulan

Informasi alat tes swab bisa merusak amigdala dan otak adalah hoaks. Alat tes swab tidak merusak amigdala, dan tidak mungkin bisa menembus ke otak manusia.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Rekomendasi