Waskita Karya disanksi usai 5 proyek alami kecelakaan konstruksi

Kamis, 8 Februari 2018 15:42 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Waskita Karya disanksi usai 5 proyek alami kecelakaan konstruksi Grider roboh. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjatuhkan sanksi kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk akibat kecelakaan konstruksi pada proyek garapannya. Lima dari 12 kasus kecelakaan konstruksi yang terjadi dalam kurun waktu enam bulan terakhir, digarap oleh PT Waskita Karya.

Dari lima kasus, tiga di antaranya merupakan proyek di Kementerian PUPR, yakni tol Pemalang-Batang, tol Pasuruan-Probolinggo, dan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU-PR, Arie Setiadi Moerwanto, mengatakan sanksi yang dijatuhkan pada Waskita berupa surat teguran.

"Kalau yang proyek jalan tol, saya sudah berikan sanksi. (Mulai dari) teguran dan lain-lain untuk memperbaiki buat yang di jalan-jalan tolnya," ungkapnya di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (8/2).

Tak hanya kepada Waskita, teguran juga dijatuhkan kepada pengawas proyek yang bertanggung jawab pada saat peristiwa kecelakaan itu terjadi.

Arie menjelaskan, sanksi yang dijatuhkan Kementerian PUPR sudah sesuai dengan mekanisme yang diatur di dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

"Kan jenis sanksinya ada beberapa hal di UU Nomor 2 tentang Jasa Konstruksi, saya sudah layangkan surat teguran kepada mereka untuk lebih berhati-hati, memperbaiki sistemnya dan Waskita juga sudah menindaklanjutinya. Katakanlah untuk mengangkat dan lain-lain itu sistemnya sudah berubah, itu yang kami lakukan," katanya.

Berikut lima kasus kecelakaan konstruksi pada proyek yang digarap Waskita:

1. LRT Palembang

Kasus ini terjadi pada Agustus 2017 lalu. Saat itu, dua unit crane dengan bobot 70 ton dan 80 ton yang sedang dioperasikan tiba-tiba jatuh dan mengenai sejumlah rumah warga di sana.

2. Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi)

Jembatan penyeberangan pada proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi ambruk pada September 2017. Diduga, peristiwa itu terjadi akibat tali sling yang belum terpasang saat hendak memasang badan jembatan sehingga jatuh menimpa para pekerja proyek.

3. Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro)

Girder box pada proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo, Jawa Timur jatuh pada Oktober 2017. Kala itu, terdapat korban tewas satu orang yang sekaligus karyawan Waskita Karya dan korban luka dua orang selaku pekerja proyek.

4. Tol Jakarta-Cikampek

Sebuah crane pengangkut Variable Message Sign (VMS) jatuh di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 15 arah Cikampek pada November 2017 lalu.

5. Tol Pemalang-Batang

Akhir Desember 2017 lalu, sebuah konstruksi girder pada proyek Tol Pemalang-Batang ambruk. Girder itu akan digunakan sebagai konstruksi jembatan penyeberangan orang (JPO).

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini