Tren Bersepeda Meningkat, Pengusaha Konveksi Kebanjiran Pesanan Kaos

Jumat, 30 Oktober 2020 19:19 Reporter : Kirom
Tren Bersepeda Meningkat, Pengusaha Konveksi Kebanjiran Pesanan Kaos Ahmad Tartusi, Pengusaha Konveksi yang Kebanjiran Pesanan Kaos. ©2020 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Pandemi covid-19 menjadi masa terberat bagi masyarakat. Khususnya bagi karyawan yang kerap menerima gaji bulanan dan terlebih bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Meski demikian, hidup dalam kondisi serba terjepit, membawa Ahmad Tartusi (33), menjadi semakin mandiri dan kreatif. Dari situasi sulit itu, dia berhasil merancang kehidupannya menjadi lebih baik.

"Kalau saya menjadi lebih kreatif dan lebih berani kalau sudah dalam kondisi sulit atau terjepit," ucap pemilik usaha Dokter Sablon dan Konveksi, Ahmad Tartusi atau yang lebih akrab disapa Adhoy, di rumahnya di Jalan Raya PLP Curug, Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (30/10).

Pemuda desa yang saat ini bekerja sebagai tenaga guru honorer di SD Negeri di Kabupaten Tangerang tersebut, mengaku justru kelimpahan berkah dari masa Pandemi Covid-19 yang menjadikan banyak kalangan saat ini, mengilai olahraga terutama bersepeda.

"Beberapa minggu diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), bisa dibilang tidak ada pesanan. Tapi setelahnya alhamdulillah, terutama saat orang pribadi atau kelompok banyak yang suka gowes (bersepeda)," ungkap Ayah satu anak ini.

Komunitas pesepeda yang belakangan banyak bermunculan, menjadikan usaha konveksi dan sablonnya meroket. Pesanan kaos komunitas sepeda yang dia terima hingga saat ini naik sampai 90 persen.

"Naik tajam, sampai 90 persen. Ini berkah luar biasa dari kebiasaan masyarakat yang ingin sehat, terutama olahraga sepeda," terangnya.

Baca Selanjutnya: Berdampak Lebih...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini