Survei: Masyarakat Enggan Beli Rumah Dekat Hunian Pasien Covid-19

Selasa, 16 Maret 2021 13:47 Reporter : Anggun P. Situmorang
Survei: Masyarakat Enggan Beli Rumah Dekat Hunian Pasien Covid-19 Pandemi Tak Boleh Surutkan Mimpi Punya Rumah Sendiri, Kunjungi KPR BRI Virtual Expo. ©Shutterstock

Merdeka.com - Country Manager Rumah.com, Marine Novita mengatakan, pandemi Virus Corona memunculkan masalah baru bagi industri properti. Di mana, hasil temuan Rumah.com dalam survei Consumer Sentiment Study H1 2021, sebanyak 50 persen responden menyatakan menghindari membeli hunian di klaster di mana penghuninya ada yang sudah berstatus positif Covid-19.

"Temuan ini dapat menjadi indikasi semakin dekatnya lingkungan yang terpapar wabah, sehingga upaya edukasi untuk mengurangi kekhawatiran yang berlebihan harus dilakukan oleh pemerintah dan sektor terkait," ujar Marine, Jakarta, Selasa (16/3).

Dampak lanjutan pandemi bagi para pencari rumah adalah penundaan transaksi properti mulai berkurang tapi makin banyak yang ragu untuk datang langsung ke lokasi melihat calon hunian. Sebanyak 52 persen responden mengaku menunda rencana pembelian propertinya.

"Meski besar, jumlah ini turun dari periode sebelumnya di mana 60 persen responden menunda rencana pembelian properti. Di saat yang sama, keraguan untuk berkunjung langsung juga meningkat. Di sinilah para pelaku industri properti harus memaksimalkan teknologi untuk menjangkau konsumen," jelas Marine.

Menurut Marine, adanya pandemi Covid-19 juga telah mempengaruhi bagaimana pencari rumah mendapatkan informasi tentang hunian yang akan dibeli. Sebagian besar responden lebih banyak menggunakan media sosial dan portal properti untuk mencari informasi properti yang diincar.

Sebanyak 77 persen responden menggunakan platform media sosial, 42 persen responden melalui portal properti daring, 37 persen responden melalui blog atau artikel daring dan 23 persen responden memanfaatkan tur virtual maupun video.

2 dari 2 halaman

Kesimpulan

survei: masyarakat enggan beli rumah dekat hunian pasien covid-19

Marine menyimpulkan bahwa hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H1 2021 menunjukkan bahwa konsumen bukannya tidak tertarik dengan properti, apalagi hunian merupakan kebutuhan. Hanya saja ada beberapa pergeseran sikap yang harus dijawab oleh pelaku industri.

Di sisi lain, Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2021 menunjukkan bahwa sektor properti butuh perhatian karena indeks suplai yang terus meningkat dan indeks harga yang turun. Hal ini terlihat bahwa pandemi Covid-19 yang sudah setahun melanda Indonesia membuat dampak low season di sektor properti masih terasa.

"Sehingga serangkaian insentif pemerintah muncul di saat yang sangat dibutuhkan," kata Marine.

[bim]

Baca juga:
Imbas Pandemi, BTN Catat Rumah Tapak Kini Lebih Diminati Dibanding Apartemen
Inovasi PUPR Mudahkan Masyarakat Miliki Rumah Impian
Mayoritas Masyarakat Cari Rumah dengan Harga di bawah Rp750 Juta
PUPR: Setiap Tahun Ada 800 Keluarga Baru Membutuhkan Rumah
Pandemi Covid-19 Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Punya Rumah
BTN Syariah Bidik Pembiayaan Perumahan di Kota Sekitar Jakarta
Alasan Menteri Sri Mulyani Izinkan Pembebasan Pajak Pembelian Rumah dan Apartemen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini