SMI Telah Salurkan Rp 553 T Bangun Infrastruktur Selama 10 Tahun Beroperasi

Kamis, 28 Maret 2019 12:31 Reporter : Anggun P. Situmorang
SMI Telah Salurkan Rp 553 T Bangun Infrastruktur Selama 10 Tahun Beroperasi Menkeu Sri Mulyani 1000 Persen Dukung Penguatan Desa Adat. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi apresiasi terhadap PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atas pencapaian memberikan pendanaan pembangunan infrastruktur sebesar Rp 553 triliun selama 10 tahun berkarya. Saat didirikan, SMI hanya memiliki modal pendanaan sebesar Rp 1 triliun.

"Betapa pencapaian dalam 10 tahun dimulai dengan Rp 1 triliun dan sekarang sudah bisa mendanai lebih dari Rp 553 triliun proyek luar biasa memang," ujar Menteri Sri Mulyani dalam perayaan ulang tahun ke-10 PT SMI di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/3).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, pendanaan ini tidak cukup besar jika dibandingkan dengan jumlah dana yang diberikan oleh negara untuk infrastruktur. Dengan demikian, dia meminta, SMI tidak cepat puas dan terus berkarya mengatasi pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Bu kayaknya sudah cukup deh Bu. Ini cukup besar deh saya bilang tidak juga Rp 553 triliun it is a small money. Comparing kebutuhan untuk membangun infrastruktur Indonesia yang bisa mencapai lebih dari Rp 5.000 triliun. Jadi jangan terlalu cepat puas memang tidak semuanya harus dibangun oleh PT SMI, tapi anda tahu bahwa anda harus memiliki posisi yang cukup signifikan di dalam mengatasi pembangunan infrastruktur di Indonesia," jelasnya.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Hartini mengatakan pendanaan proyek sebesar Rp 553 triliun mencapai multiplayer effect sebanyak 18 kali. Pembiayaan itu juga diiringi dengan biaya portofolio pengembangan infrastruktur mencapai sebesar Rp 653 triliun, jasa advisery sebesar Rp 546 triliun serta proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha yang mencapai Rp 51 triliun.

"Alhamdulillah semuanya bisa berjalan dengan baik. Mudah-mudahan percepatan deliverynya lebih baik lagi," jelas Emma.

Sementara itu, dari sisi sektor pembiayaannya juga semakin beragam. Meski begitu, masih didominasi oleh pembiayaan disektor infrastruktur jalan, jalan tol, maupun ketenaga listrikan dan sektor-sektor lain yang serupa. "Kedepan kami prioritaskan dan beri dukungan lebih kepada sektor-sektor kesehatan dan pendidikan dengan terus memajukan pembangunan infrastruktur dasar," jelas Emma.

Dengan berbagai capaian pembiayaan infrastruktur yang sangat baik dan pesat itu, Emma menegaskan, bahwa tingkat efisiensi kinerja dari PT SMI tetap terjaga rendah. Itu ditunjukkan dari Cost Efficiency Ratio atau CER yang mampu dijaga di bawah kisaran 18 persen.

"Sehingga cost eficiency rasio kita rendah 18 persen dibanding FA (Financial Advisor) yang lain rata-rata 40 persen. Ini menunjukkan kami senang disupport berbagai mitra strategis kami," jelasnya.

Selain itu, lanjut Emma, sebaran portofolio tersebut tidak lagi hanya berfokus di daerah-daerah yang pembangunan infrastruktur sudah baik, seperti di kota-kota besar wilayah Jawa dan Sumatera, melainkan 63 persennya sudah tersebar di luar Jawa. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini