Sandiaga Uno: Saya Tak Setuju Wisata Judi Kasino di Indonesia

Rabu, 28 September 2022 21:46 Reporter : Anisyah Al Faqir
Sandiaga Uno: Saya Tak Setuju Wisata Judi Kasino di Indonesia Sandiaga Uno. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga uno enggan memberikan peluang bagi pariwisata berbasis permainan (gaming) berupa kasino. Hal ini tidak terlepas dari ajaran agama yang melarang berbagai kegiatan perjudian.

"Saya tidak setuju dengan pariwisata gaming karena oleh agama ini juga dilarang," kata Sandiaga dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (28/9) malam.

Menurut Sandiaga, masih banyak peluang sektor pariwisata yang bisa dikembangkan di Tanah Air. Mulai dari pariwisata berbasis bahari, alam, budaya, permainan tradisional, musik, heritage dan sebagainya.

"Selain dilarang agama, masih banyak potensi pariwisata yang bisa kita kembangkan," kata dia.

Meski begitu, Sandiaga mengungkap, pemerintah pernah mempertimbangkan dibukanya pariwisata berbasis perjudian tersebut belasan tahun lalu. Namun pembahasan tersebut akhirnya diputuskan tidak dilanjutkan. Mengingat masih banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan.

"Memang pernah ada pertimbangan beberapa belas tahun lalu, tapi saya yakin kita punya peluang besar untuk mengembangkan sektor pariwisata selain ini," ungkapnya.

Apalagi, kata Sandiaga sektor wisata tersebut dinilai lebih banyak mendatangkan dampak negatif kepada masyarakat. Sehingga lebih baik tidak diberikan ruang, walaupun beberapa negara memiliki arena kasino yang sukses mendatangkan wisatawan ke negaranya.

"Sektor pariwisata ini bisa berdampak ke masyarakat lain, UMKM dan sebagainya. Jadi intinya secara pribadi saya tidak setuju," ungkap Sandiaga.

Sebagai informasi, sejumlah negara secara terbuka memiliki arena kasino yang mampu mendatangkan turis dari berbagai negara. Semisal Singapura dengan Macau-nya, Las Vegas di Italia dan Burswood western di Australia.

Tak hanya itu, Malaysia yang memiliki kultur budaya serupa dengan Indonesia juga memiliki arena perjudian khusus yakni Casino di Genting Highlands, Pahang.

2 dari 2 halaman

Kasus Judi Gubernur Lukas Enembe

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe diduga melakukan perjudian luar negeri. Kabarnya, Lukas mengalami kekalahan hingga Rp 560 triliun di meja judi Singapura.

Terungkapnya aliran dana Gubernur Papua Lukas Enembe ke meja judi pertama kali diungkapkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pekan lalu.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan, tersangka kasus suap dan gratifikasi pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu terdeteksi melakukan setoran tunai di kasino judi senilai Rp 560 miliar. Pemakaian uang untuk judi tersebut dilakukan di dua negara.

Informasi tentang Lukas Enembe tersebut didapat setelah PPATK bekerja sama dengan negara tersebut. Hasil analisis PPATK sudah disampaikan kepada KPK.

"Hasil analisis itu adalah terkait transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai USD 55 juta atau Rp560 miliar rupiah," kata Ivan dalam konferensi pers, Senin (19/9).

Hal itu diperkuat kembali dengan temuan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), bahwa terdapat sejumlah perjalanan Lukas Enembe ke beberapa lokasi judi di luar negeri. Lokasi itu di antaranya Solaire Resort & Casino Entertainment City, di Manila, Filipina; Casino Genting Highland, di Malaysia, dan Hotel Crockfords Sentosa di Singapura.

Baca juga:
Kunjungan Masyarakat ke TMII Bakal Dibatasi Usai Perhelatan G20
Usai Penataan, Berapa Harga Tiket Masuk TMII?
Aksi Ganjar Bergaya Bak Fotografer dan Berimajinasi Fotonya Dicetak di Baju
Bangkitnya Turisme Bali Disebut Indikator Membaiknya Pariwisata Nasional
Curhat Luhut, Ada Delegasi G20 Tak Dapat Tiket Pesawat ke Bali
Benarkah Jumlah Wisatawan Asing ke RI Naik Dua Kali Lipat Tahun Ini?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini