Evident: Dialog Dua Arah Kunci Sukses Kebijakan Prabowo-Gibran

Evident Institute sebut pendekatan dialog dua arah jadi kunci sukses kebijakan pemerintah, seperti pada Perpres Ojol dan UU Ketenagakerjaan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Evident: Dialog Dua Arah Kunci Sukses Kebijakan Prabowo-Gibran
Head of Research Evident Institute, Antonius Ivan Sudibyo.

Lembaga riset independen Evident Institute merilis kajian mengenai dua tahun komunikasi pemerintahan Prabowo-Gibran. Laporan tersebut menyoroti keberhasilan pendekatan dialog dalam penyusunan kebijakan, meski sebagian masyarakat diakui masih merasakan tekanan ekonomi.

"Evident Institute mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah tetap tinggi, dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut sebagai salah satu program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tutur Head of Research Evident Institute, Antonius Ivan Sudibyo..

Ivan menambahkan, keluhan mengenai beban ekonomi yang ramai disampaikan warga di media sosial merupakan hal yang wajar dalam ruang kebebasan berpendapat di negara demokrasi.

Evident Institute mencatat dua capaian besar komunikasi pemerintah yang lahir dari proses diskusi panjang:

  • UU Pelindungan Ketenagakerjaan Baru: Disahkan setelah melibatkan pembahasan intensif antara pemerintah,DPR, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha.
  • Perpres Pelindungan Pengemudi Ojek Online: Mengatur kenaikan porsi pendapatan pengemudi melalui dialog bersama komunitas pengemudi serta perusahaan aplikator.

Kedua regulasi ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa dialog terbuka mampu melahirkan kebijakan yang diterima semua pihak. Pola komunikasi ini disarankan untuk diterapkan pada kebijakan ekonomi lainnya.

Tantangan Sektor Riil dan Tekanan Ekonomi Rumah Tangga

Di sisi lain, kajian ini mencatat sektor dunia usaha—mulai dari manufaktur hingga startup—masih cenderung menahan rekrutmen karyawan baru akibat fluktuasi nilai tukar dan ketatnya pendanaan. Selain itu, penyaluran kredit perbankan yang sudah disetujui belum sepenuhnya terserap, menandakan sektor riil masih butuh waktu untuk pulih.

Pada tingkat rumah tangga, sebagian warga terdeteksi bergantung pada pinjaman online (pinjol) dan layanan gadai demi memenuhi kebutuhan harian maupun dana darurat.

"Evident Institute menilai kelompok ini perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Meski jumlah mereka tidak mewakili kondisi masyarakat secara keseluruhan, perlu dipikirkan mekanisme jaring pengaman sosial yang mampu menjangkau kelompok ini," jelas Ivan.

Saran Strategis untuk Pemerintah

Guna menjaga stabilitas dan meningkatkan daya beli, Evident Institute menyampaikan beberapa saran kunci bagi pemerintah:

  • Jadikan Keluhan Medsos sebagai Masukan: Aspirasi warga di media sosial sebaiknya dijadikan bahan evaluasi kebijakan agar respons pemerintah lebih tepat sasaran.
  • Perluas Dialog dan Insentif Dunia Usaha: Menerapkan pendekatan dialog rutin kepada para pengusaha serta memberikan insentif usaha agar mereka kembali berani berekspansi dan membuka lapangan kerja.
  • Subsidi Produk Dalam Negeri: Memberikan subsidi untuk pembelian barang manufaktur lokal guna menjaga daya beli masyarakat kelas menengah.

Evaluasi Program MBG: Evaluasi berkala pada program Makan Bergizi Gratis, khususnya terkait skema pembiayaan, penting dilakukan agar manfaatnya berkelanjutan dalam jangka panjang.

Rekomendasi