Asia Cuma Dapat Modal Global 30 Persen, Padahal Sumbang 60 Persen Ekonomi Dunia

Danantara menilai aliran modal ke Asia tak seimbang dengan perannya pada ekonomi global. Mereka menyiapkan forum investasi untuk memicu transaksi.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian- Reporter
Asia Cuma Dapat Modal Global 30 Persen, Padahal Sumbang 60 Persen Ekonomi Dunia
Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Mansury. (Liputan6.com/Immanuel C)

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyoroti ketimpangan aliran modal ke Asia. Meski kawasan ini menyumbang sekitar 60% terhadap pertumbuhan ekonomi global, Asia hanya menikmati kurang dari 30% aliran modal dunia. Danantara menilai kesenjangan ini perlu dijembatani lewat wadah yang mempertemukan investor global dengan peluang investasi di Asia, khususnya Asia Tenggara.

Pahala Mansury, Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, menekankan perlunya keseimbangan antara peran Asia dalam pertumbuhan dan aliran permodalan yang masuk.

"Jadi ada imbalance atau ketidakseimbangan. Padahal, kalau kita mau melihat adanya pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable), tentunya kita juga harus mendapatkan aliran permodalan yang sepadan," ujar Pahala dalam konferensi pers News Asia Forum di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026).

Menurut Pahala, News Asia Forum dirancang untuk menggalang modal jangka panjang dan memicu transaksi investasi konkret. Forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi mempertemukan pemilik modal, pemerintah, pelaku usaha, hingga pemilik proyek.

"Misi dari acara ini adalah bagaimana betul-betul bisa menjadi wadah untuk mendorong transaksi investasi masuk ke Asia," tegas Pahala.

Bidik 1.500 Delegasi dan Kesepakatan Investasi

Danantara menargetkan kehadiran lebih dari 1.500 delegasi dan sekitar 200 pembicara tingkat regional maupun global di News Asia Forum. Selain sesi diskusi, forum akan memfasilitasi pertemuan bilateral dan presentasi proyek untuk membuka akses pendanaan seluas-luasnya.

Acara ini melibatkan investor institusional, perusahaan private equity, penyedia private credit, family offices, pejabat pemerintah, hingga jajaran direksi perusahaan.

Danantara turut menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta kamar dagang negara sahabat guna menjodohkan investor dengan proyek potensial. "Indonesia adalah gateway (pintu masuk), tetapi fokus pembahasan kita juga mencakup seluruh kawasan Asia Tenggara," tambah Pahala.

Delapan Sektor Utama Disodorkan ke Investor

Dalam forum tersebut, Danantara menetapkan delapan sektor prioritas yang akan ditawarkan kepada investor:

  1. Sumber daya strategis dan hilirisasi
  2. Energi dan ketenagalistrikan
  3. Mobilitas
  4. Manufaktur maju
  5. Infrastruktur digital
  6. Pangan dan agribisnis
  7. Perdagangan dan konektivitas
  8. Pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, serta pengembangan SDM

Sektor-sektor itu dipilih karena menjadi daya tarik utama investor sekaligus berpotensi memperluas sumber pertumbuhan ekonomi baru. "Yang paling utama adalah bagaimana kita bisa membawa proyek-proyek konkret ke dalam forum ini. Bukan cuma proyek Danantara, tetapi kita mendorong semua pihak untuk terlibat," kata Pahala.

Pahala menambahkan, dinamika geopolitik global saat ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik modal dari berbagai negara, seperti China, Australia, hingga Amerika Serikat. Forum ini juga mendorong pembenahan kebijakan dan ekosistem investasi agar modal yang masuk dapat terealisasi secara berkelanjutan.

Ke depan, Danantara berharap News Asia Forum dapat bersinergi dengan inisiatif Indonesia International Financial Center (IIFC) untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi di Asia Tenggara.

Rekomendasi