Harga Minyak Merosot di tengah Penyelesaian Konflik Timur Tengah

Harga minyak turun seiring harapan diplomasi AS–Iran. WTI dan Brent melemah, di tengah lonjakan serangan kapal di Selat Hormuz. Ini datanya.

Agustina Melani
Oleh Agustina Melani- Reporter
Harga Minyak Merosot di tengah Penyelesaian Konflik Timur Tengah
<p>Harga Minyak Dunia. Foto: Freepik/Artphoto_studio</p>

Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Selasa (20/10/2026) waktu setempat, atau Rabu pagi waktu Jakarta, seiring harapan pelaku pasar akan kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan ini dikutip dari CNBC, Rabu (21/10/2026).

Kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 1,8% dan ditutup di US$ 101,79 per barel, merosot tajam dari level tertinggi intraday di US$ 110,48. Kontrak November berakhir pada Selasa. Adapun kontrak WTI Desember melemah 26 sen menjadi US$ 98,28 per barel.

Minyak Brent pengiriman Desember juga terkoreksi 0,7% dan menetap di US$ 108,79 per barel, lebih rendah dari level tertinggi US$ 111,99.

Ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi sorotan. Dalam beberapa pekan terakhir, serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz meningkat. Layanan pelacakan Kpler mencatat setidaknya 18 kapal diserang dalam dua minggu terakhir.

Korps Garda Revolusi Iran pada Selasa menyatakan dua kapal tanker minyak yang dianggap "tidak patuh" terbakar di selat tersebut setelah menghantam ranjau yang dipasang oleh unit angkatan laut Iran, menurut kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan pemerintah Iran.

Dalam konferensi pers mingguan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan Teheran akan menanggapi setiap serangan Amerika "dengan tindakan yang setara, atau bahkan lebih keras," sebagaimana dilaporkan Tasnim.

Pasokan Pasar dan Sinyal di Balik Harga Minyak

Presiden AS Donald Trump pada awal bulan ini menyatakan pasukan Amerika tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November.

Di sisi lain, Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga, menyampaikan kepada CNBC melalui surel pada Selasa bahwa penguatan harga WTI kontrak jangka pendek menjelang kedaluwarsa menunjukkan pasar minyak mentah global yang ketat.

"Hal ini mencerminkan penurunan volume ekspor dari Timur Tengah seiring dengan meningkatnya serangan terhadap kapal tanker dan serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi," kata Tamas Varga.

"Selain itu, keputusan AS untuk mengecualikan armada 'bayangan' (shadow fleet) Rusia dari sanksi kemungkinan akan menurunkan biaya pengangkutan, yang sebelumnya menjadi faktor penghambat bagi peningkatan permintaan minyak mentah yang berasal dari AS,” ia menambahkan.

"Dengan tersingkirnya hambatan ini, setidaknya untuk sementara, jenis minyak mentah AS kembali diperhitungkan sebagai pengganti minyak mentah dari Timur Tengah," tutur dia.

Ia menambahkan, stok minyak komersial AS diperkirakan menurun pada pekan lalu.

Rekomendasi